Gua Butha di Bondowoso, Tempat Semedinya Para Biksu Budha di Masa Lalu

Gua Butha adalah sebuah gua yang di masa lalu menjadi tempat bertapanya pada biksu Budha di Kabupaten Bondowoso

Editor: eben haezer
Tim Ijen Geopark
Gua Butha peninggalan agama Buddha. Dulu dijadikan tempat pertapaan para Bhikku atau biksu, Sabtu (29/5).  

SURYATRAVEL, BONDOWOSO - Kabupaten Bondowoso menyimpan beragam peninggalan era klasik. Salah satu warisan yang masih lestari hingga kini adalah Gua Butha.

Lokasi gua Butha berada di sebuah cerukan tebing dengan kemiringan 70 derajat di Desa Jireg Mas, Kecamatan Cermee.

Jarak tempuh dari pusat kota menuju Gua Butha Cerme sekitar 45 km.

Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bondowoso, Hery Kusdariyanto mengatakan Gua Butha merupakan peninggalan agama Buddha.

Sebab, di sekitar Gua Butha terdapat relief Buddha, bunga teratai sebagai lambang keabadian, dan cerita tentang kehidupan manusia. Lalu, relief hewan seperti kera, sapi, dan kerbau.

Selain itu juga terdapat relief kala (raksasa) dengan sorot mata tajam, kuku mencengkram dan bertaring. Ukuran kepala memiliki lebar 134,5 cm, dan tinggi 160 cm. 

Sedangkan ukuran mulut gua setinggi 3 meter dan lebar 5 meter.

"Berdasar catatan peneliti Belanda gua tersebut peninggalan abad ke-13," katanya kepada Surya, Sabtu (29/5).

Ia menjelaskan, Gua Butha dulunya digunakan sebagai tempat pertapaan para bhikku atau biksu.

Pengaruh agama Buddha sendiri memang tersebar hingga wilayah Banyuwangi-Situbondo.

"Para Bhikku memilih lokasi pertapaan di Cermee, Bondowoso karena lokasinya sangat ideal. Di sana sunyi dan berada di tebing, jauh dari permukiman," paparnya.

Hery menyebut, Gua Butha ditemukan masyarakat sekitar tahun 80an. Kala itu, masyarakat sedang membabat jalur hingga ke area tebing Gua Butha. Warga pun melaporkan temuan itu ke Dindikbud Bondowoso.

"Gua Butha disebut peninggalan terlengkap di dunia. Tak hanya relief, di sekitar gua terdapat mata air abadi yang hingga kini masih mengalir," terangnya.

Ia menambahkan, sampai sekarang belum ada temuan terbaru di area Gua Butha. Namun, tepat di bawah ada gua lain yang tertutup bebatuan besar.

"Sementara ini, kami belum menulusuri gua tersebut. Kami masih belum mengetahui pasti
Apakah ada hubungannya dengan Gua Butha atau tidak," tandasnya.

Sebagai informasi, Struktur Gua Butha masuk dalam Situs Budaya Ijen Geopark. Bersama dengan Struktur Gua Butha Sumber Canting, Struktur Megalitik Maskuning Kulon, Tari Petik Kopi dan Singo Ulung. (danendra) 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved