Masjid Jami Peneleh: Didirikan Sunan Ampel di Tengah Komunitas Muslim dan Hindu

kampung lawas Peneleh Surabaya tidak bisa lepas dari Masjid Jami Peneleh yang dibangun oleh Raden Muhammad Ali Rahmatulloh alias Sunan Ampel

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/wiwit purwanto
Ruangan utama Masjid Jami Peneleh Surabaya 

SURYATRAVEL, SURABAYA - kampung lawas Peneleh Surabaya tidak bisa lepas dari Masjid Jami Peneleh yang dibangun oleh Raden Muhammad Ali Rahmatulloh alias Sunan Ampel pada tahun 1421.

“Masjid ini lebih tua dari Masjid Sunan Ampel di Ampel Denta, mungkin karena letaknya yang berada di tengah lingkungan yang padat penduduk,” kata Kuncarsono Prasetyo, pemerhati sejarah Surabaya.

Masjid dengan luas 950 meter persegi ini sekilas mirip sebuah perahu yang terbalik. Masjid ini salah satu  karya seni arsitektur yang cukup menarik dari era jaman kerajaan Majapahit.  Di tahun 1800-an sempat direnovasi oleh pemerintah Belanda namun tidak mengubah struktur aslinya 

Memasuki masjid ini ternyata sangat lapang dan megah, dengan 10 tiang dan atap jati yang tinggi menjulang,  di bagian atas kayu kayu penyangga ini saling menyambung.

Selain itu terdapat pula nama 4 sahabat Rasul di langit-langit masjid yaitu Abu Bakar, Umar  Bin Khatab, Utsman ibn affan dan Ali bin Abi Thalib.

“Masjid ini bisa dikatakan sebagai salah satu masjid tertua di Surabaya sekaligus bagian dari perjalanan perkembangan Islam di tanah Jawa,” katanya.

Sebelumnya kata Kuncar, Raden Rahmat atau yang biasa dikenal dengan Sunan Ampel lebih dahulu mendirikan masjid di Kembang Kuning Surabaya kemudian mendirikan Masjid di Peneleh dan yang terakhir di Ampel.

"Sebelum ke Ampel, Raden Rahmatullah disini dulu. Beliau tahu disini ada komunitas muslim. Ada komunitas Hindu,  mereka hidup berdampingan dan rukun,”jelasnya. (wiwit purwanto)

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved