Jelajah Kampung Pecinan Hingga Kampung Arab di Surabaya

Kawasan kota tua Surabaya memiliki banyak gedung bersejarah. Di antaranya kampung Pecinan dan Kampung Arab. Yuk jalan-jalan ke sana

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Gapura berarsitektur Tionghoa di kawasan Pecinan, kota Surabaya 

SURYATRAVEL, SURABAYA - Kawasan kota tua Surabaya memiliki banyak gedung bersejarah.  Beberapa kawasan kota tua Surabaya menarik dikunjungi, salah satunya kawasan Kampung Pecinan yang tersebar di lima wilayah: Jl Karet, Jl Kapasan, Jl Waspada, Jl Slompretan, dan Jl Kemban gJepun. 

Kawasan-kawasan ini sejak dulu sudah dikenal sebagai kawasan bisnis dan perdagangan. Selain banyak toko juga banyak hotel dan perkantoran di kawasan ini.

Di samping Kembang Jepun ada Jalan Dukuh, di kawasan ini juga ada klenteng tertua di Surabaya, klenteng Hong Tiek Hian. 

Klenteng Hong Tiek Hian terletak di Jalan Dukuh, Surabaya Utara. Lokasi klenteng ini tidak jauh ke arah timur dari kawasan legendaris di Surabaya yakni Jembatan Merah. Letaknya yang berada di Jalan Dukuh membuat masyarakat sekitar mengenal klenteng ini dengan sebutan Klenteng Dukuh.

Klenteng ini konon dibangun oleh Pasukan Tar-Tar di zaman Khu Bilai Khan di awal Kerajaan Majapahit.

Di klenteng ini sering juga sering dijadikan sebagai sarana untuk pertunjukan wayang Potehi yang menarik perhatian bagi warga sekitar klenteng.

Geser ke sisi barat tak jauh dari kawasan ini ada kawasan wisata religi Sunan Ampel.  Di kawasan Ampel, ada sebuah masjid yang tersohor Masjid Ampel.

Disini ada detak perdagangan yang mayoritas dilakukan oleh orang keturunan Arab.

Selain orang orang keturunan  Arab, Yaman juga Tiongkok. Mereka telah menetap di kampung Arab selama ratusan tahun untuk berdagang.

Lebih ke Barat lagi, ada kampung tua lainnya yakni Jalan Panggung, bisa dikatakan Jalan Panggung berada di tengah-tengah Kawasan Ampel dan Kembang Jepun.

Jalan ini konon pernah menjadi tempat aktivitas etnis Melayu yang memiliki ciri khas perkampungan Melayu.

Salah satunya bentuk rumah panggung di Jalan Panggung. Ada kampung melayu di jalan tersebut seiring Pemerintah Kolonial Belanda yang menerapkan pemisahan etnis termasuk di Surabaya. Oleh karena itu, di Surabaya juga ada Kampung Arab, Kampung Pecinan dan Kampung Melayu.

Jalan Panggung dulu dikenal sebagai kawasan tak terawat selama puluhan tahun. Apalagi warga juga membuka pasar ikan di jalan tersebut sehingga menambah kumuh, becek dan macet di kawasan tersebut.

Kini kawasan Jalan Panggung menjadi tertata lebih apik dan mejadi jujugan wisatawan yang ingin melihat lihat kawasan kota tua Surabaya atau sekedar bernostalgia di masa lalu. (wiwit purwanto)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved