Mendaki Gunung Argopuro Melewati Trek Terpanjang Menuju Dua Puncak

Gunung Argopuro merupakan bagian dari pegunungan Hyang yang dikenal sebagai gunung dengan trek pendakian terpanjang di Pulau Jawa

Editor: eben haezer
Silvi Rahmadanti
Danau di jalur pendakian menuju Gunung Argopuro 

SURYATRAVEL, SURABAYA- Gunung Argopuro merupakan bagian dari pegunungan Hyang (Suaka Marga Satwa Dataran Tinggi Hyang) yang dikenal sebagai gunung dengan trek pendakian terpanjang di Pulau Jawa.

Gunung yang berada di antara dua gunung populer, Gunung Semeru dan Gunung Raung ini memiliki trek sepanjang 40 kilometer.  Estimasi pendakian Gunung Argopuro membutuh waktu sekitar 3-5 hari.

Pendakian Gunung Argopuro memiliki jalur yang menantang dengan keindahan yang tidak diragukan lagi.

Para pendaki akan melewati kebun warga, hutan edelwis, hutan hujan, dan hutan lumut.

Dalam virtual tour @ayoketamannasional oleh Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi Ditjen KSDAE KLHK, Plt. Kepala Balai Besar KSDA Jatim, Asep Sugiharta mengatakan ada banyak keindahan yang menjadi favorite para pendaki maupun pecinta alam di Gunung Argopuro.

“Suaka Marga Satwa Dataran Tinggi Hyang terkenal dengan Puncak Argopuro dan Puncak Rengganis, yang memiliki trek terpanjang di Jawa Timur,” kata Plt. Kepala Balai Besar KSDA Jatim Asep Sugiharta melalui virtual tour beberapa waktu lalu.

Gunung dengan titik tertinggi 3.088 mdpl, lanjut Asep, memiliki daya tarik lain yaitu keindahan landscape savana, hutan edelwis, hutan hujan dan danau taman hidup.

“Suaka Marga Satwa Dataran Tinggi Hyang ini sudah cukup tua. Sejak tahun 1962, luasnya 14.177 hektar,” ujarnya.

Gunung ini berada di lima kabupaten yakni Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang dan Probolinggo.

Ada jalur populer mengawali pendakian Gunung Argopuro yaitu Desa Bremi, Kecamatan Krecil, Kabupaten Probolinggo. Namun idaman para pendaki yaitu di Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo.

Hal itu karena beberapa alasan. Pertama, trek dari Pos Baderan lebih landai dan panjang dibanding Bremi. Selain itu, mendaki dari Pos Baderan dinilai lebih banyak bonus dibanding melalui Bremi yang curam namun lebih dekat menuju puncak.

Pendakian Gunung Argopuro melalui Desa Bremi Situbondo dapat dilakukan dengan mendatangi Pos Bremi untuk membayar bea masuk Suaka Marga Satwa Tinggi Hyang. Tiket pendakian Gunung Argopuro sebesar Rp 20 ribu perhari di weekday dan Rp 30 ribu perhari saat weekend.

Jika membawa kendaraan pribadi dapat menitipkan di base camp baik Baderan maupun Bremi. Harga penitipan kendaraan sekitar Rp 5 ribu hingga 10 ribu. 

Menariknya naik gunung ini bisa naik ojek dari Pos Baderan menuju batas kawasan (pos awal) untuk mempersingkat waktu sebelum pendakian.

Perjalanan dimulai menggunakan ojek dari  Pos Baderan melalui medan makadam dan kemungkinan berlumpur saat musim hujan. Transportasi ojek hanya boleh hingga simpangan atau batas kawasan.

Sesampainya di batas kawasan, pendakian menuju mata air satu dengan medan yang mulai menanjak. 

Di mata air satu terdapat bangunan dan lahan kosong yang dapat digunakan untuk rehat atau shalat. Seusai rehat di pos 1, perjalanan dilanjutkan menuju mata air dua dengan medan yang semakin ekstrem.

Proses perjalanan akan melalui alun-alun kecil maupun besar berupa hamparan padang rumput yang luas. Jika musim hujan, rumput akan sangat terlihat hijau. Perjalanan juga melalui hutan cemara Gunung Ling-Ling dan mata air dua.

Setelah melewati spot-spot tersebut, perjalanan mendekati Cikasur akan ditemukan sungai qolbu. Sungai yang berisikan air segar dan rimbunnya selada air.

“Ini sumber air para pendaki yang bermalam di Cikasur. Berasal dari mata air langsung dan menjadi sumber bagi masyarakat yang bermukim di bawah Argopuro,” kata Gatut Panggah Prasetyo guide virtual tour.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved