Majboos, Kuliner Daging Kambing Khas Dubai Kini Ada di Surabaya

Tak perlu terbang ke Dubai untuk mencicipi menu daging kambing khas Dubai. Sebab, menu itu kini sudah ada di Surabaya

Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
ist
Majboos Kambing kini dapat dinikmati di Nasi Kambing Dubai dan Gelato di Lenno Surabaya, tanpa perlu pergi ke Dubai. 

SURYATRAVEL, SURABAYA - Beberapa tahun terakhir, Dubai menjadi jujukan wisata yang begitu diimpikan oleh masyarakat, lantaran landscape kota yang ditawarkan begitu menjanjikan. Juga tak ketinggalan ragam kuliner yang cukup menggugah selera.

Tapi tak perlu jauh-jauh terbang ke Dubai untuk menikmati sajian kuliner khas Timur Tengah.

Karena di Surabaya, hidangan tersebut pun dapat dinikmati tanpa mengurangi rasa autentiknya. Salah satunya adalah Majboos Kambing.

Santi Saroso, Owner Nasi Kambing Dubai dan Gelato di Lenno menjelaskan, Majboos Kambing memiliki kemiripan warna dengan nasi kuning. Hanya saja, ada perbedaan pada bentuk nasi, proses pembuatan, hingga rasa.

"Majboos ini kalau sudah masuk Indonesia, dikenal juga dengan sebutan nasi kabsah. Warnanya memang kuning, tapi hidangan ini menggunakan beras khusus," terangnya.

Meski telah melalui proses penanakan, beras yang digunakan tidak akan mengembang. Dia tetap berbentuk panjang dan pera.

"Selain itu, Majboos dihidangkan dengan potongan daging kambing yang dioven dan dicampur bersama nasi," tuturnya.

Memang, dibanding nasi kuning, Majboos memiliki rasa yang lebih gurih dan kaya akan rempah-rempah asli Timur Tengah. Di antaranya, lemon hitam, bunga lawang, kapulaga India, dan lain sebagainya.

Sementara itu, daging yang digunakan termasuk dalam kelas yang premium.

"Kami mengolah daging kambing menggunakan garam masala yang berfungsi untuk mengurangi lemak. Karena daging kambing diolah dengan cara dioven, maka tekstur yang dihasilkan cukup lembut," jelas Santi.

Sebagai pelengkap, Majboos lebih cocok disandingkan dengan gelato. 

Hal ini dilakukan Santi untuk memanjakan masyarakat kota Pahlawan dengan kehalalan dari es krim tersebut. 

Ia mengaku, selama ini gelato yang dijual di pasaran kebanyakan masih belum memiliki label. Bukan tanpa alasan, ketika Santi mencicipi gelato di pasaran selalu merasakan ada campuran rum di dalamnya.

"Saya sedih, ketika beli (gelato) selalu ada rumnya. Meskipun itu hanya essence, tapi dalam keyakinan saya itu tidak boleh,” tuturnya. 

Rasa dari gelato buatannya juga tak kalah dengan es krim yang ada di pasaran. Dengan tekstur yang lembut, membuat es krim ini pas dinikmati ketika cuaca panas seperti saat ini.

“Mungkin ini salah satu atau yang pertama gelato halal di Surabaya,” pungkasnya.

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved