Bukan Kambing, Parigie Novotel Samator Sajikan Tongseng dari Olahan Bebek

pernahkah Anda mencoba bebek yang diolah menjadi tongseng? Jika belum, sajian kuliner ini patut dicoba saat berkunjung ke Surabaya.

Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Parigie Novotel Samator sajikan menu tongseng bebek untuk manjakan pencinta kuliner Surabaya. Selain disajikan dengan cara digoreng, bebek juga dapat disantap sebagai tongseng. (SURYA/AHMAD ZAIMIL HAQ) 

SURYATRAVEL, SURABAYA - Apa yang ada di pikiran Anda ketika diminta membuat listing makanan dengan olahan bebek? Tentu menu bebek goreng yang akan paling awal muncul.

Namun, pernahkah Anda mencoba bebek yang diolah menjadi tongseng? Jika belum, sajian kuliner ini patut dicoba saat berkunjung ke Surabaya.

Tongseng bebek merupakan satu di antara menu Tongseng Beda Gaya yang dihadirkan oleh Parigie Coffee and Toast Novotel Samator.

"Menu ini sengaja kami luncurkan bersamaan dengan ulang tahun Parigie yang pertama," terang Executive Chef Novotel Samator Surabaya Timur Dedi Daniansyah.

Bebek dipilih sebagai bahan makanan yang paling banyak disukai dan menjadi ciri khas kuliner Surabaya.

"Karena saya lihat, di Surabaya sajian bebek paling terkenal cuma digoreng. Ada pun dijadikan rica-rica, tapi belum banyak. Saya terpikir untuk membuat kreasi bebek diolah menjadi tongseng," tutur Dedi.

Dedi mengatakan, mengolah memiliki tingkat kesulitan yang sama dengan kambing. Mereka sama-sama memiliki bau khas yang tetap akan muncul bila pengolahannya tidak pas.

Maka, Dedi mengolah daging bebek secara terpisah dari kuah tongseng.

"Sebelum dicampur dengan kuah tongseng, bebek akan lebih dulu melalui proses pengempukan dan penghilang bau. Caranya tentu direbus selama kurang lebih 45 menit di dalam air," jelasnya.

Setelah itu, lanjut Dedi, bebek akan diungkep di dalam bumbu kuning dan rempah lainnya, untuk menghilangkan bau prengus.

"Setelah dirasa dagingnya empuk dan tidak memiliki bau, bebek kemudian diolah menggunakan bumbu tongseng selama 15 menit agar bumbunya merasuk," imbuh Dedi.

Selain bebek, menu Tongseng Beda Rasa juga menghadirkan varian isian lain seperti, ayam, daging, dan iga sapi.

"Satu porsi Tongseng Beda Rasa, kami banderol mulai harga Rp 30.000 sudah termasuk nasi putih dan es teh," tutup Dedi.

Baca juga: Sambut Musim Panas dengan Kreasi Teh Telang ala Parigie Novotel Samator

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved