Rest Area Gunung Gedangan Akan Difungsikan Jadi Sentra Wisata Kuliner di Kota Mojokerto 

Rest Area Gunung Gedangan sebagai salah satu tempat wisata kuliner di Kota Mojokerto akan diresmikan pada 20 Juni 2021

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Rest area Gunung Gedangan di Kota Mojokerto. 

SURYATRAVEL, MOJOKERTO - Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto akan segera memfungsikan Rest Area Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Rencananya, Rest Area Gunung Gedangan sebagai salah satu tempat wisata kuliner tersebut akan diresmikan pada 20 Juni 2021.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto, Ani Wijaya menjelaskan Tim penilai (appraisal) dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) telah menentukan harga sewa kios di Rest Area Gunung Gedangan.

"Untuk sewa kios yang ada rolling doornya Rp.700 ribu per bulan dan tanpa rolling door sekitar Rp.500 ribu per bulan," ungkapnya, Jumat (18/6/2021).

Penetapan harga sewa ini telah sesuai yakni ukuran 7,5 meter persegi namun untuk ukuran yang lebih besar 2,85 meter x 14 meter persegi berharga Rp.47 juta per tahun.

"Sewa kios besar itu harganya memang lebih lantaran kiosnya di kelilingi kaca," ucap Ani.

Menurut dia, adanya jumlah kios di Rest Area Gunung Gedangan yang berada di bangunan lantai dua sebanyak 48 unit. Seluruh kios sudah dipesan oleh masyarakat khususnya warga Mojokerto dan sudah dilakukan pengundian nomor stan kios.

"Ada 112 proposal pengajuan namun karena stok kios terbatas hanya 48 unit sehingga kita akomodir dan sisanya Waiting List jika ada penyewa yang mundur," terangnya.

Ani menyebutkan Rest Area Gunung Gedangan juga menampung kios-kios  untuk sentra kuliner sekaligus oleh-oleh berupa produk-produk unggulan UMKM Kota Mojokerto.

"Fasilitas di rest area ini juga ada tempat ibadah, musala, toilet nantinya akan kami tambah tempat cuci mobil, wahana mainan anak-anak dan tempat istirahat serta lahan parkir yang mampu menampung banyak kendaraan," bebernya.

Dikatakannya, pihaknya akan mengakomodir terkait daftar produk yang  dijual di kios-kios tersebut. Ini dilakukan agar jenis dagangan yang dijual oleh pedagang tidak sama.

"Barang daging jangan sampai sama sehingga bisa variatif semakin baik supaya pengunjung banyak pilihan kuliner dan oleh-oleh khas Kota Mojokerto," tandasnya.

Seperti yang diketahui, Rest Area Gunung Gedangan dibangun di lahan seluas 6.800 meter persegi, pada tahun 2019.

Realisasi pembangunan dilakukan secara bertahap, tahap I menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2019 senilai Rp. 1,4 miliar. Meliputi pembangunan fisik gedung, kios, kamar mandi dan musala.

Kemudian, tahap II menggunakan APBD Kota Mojokerto tahun 2020 senilai Rp. 2,7 miliar pembangunan foodcourt terbuka, taman dan tempat parkir yang representatif  sehingga dapat menampung kendaraan besar. (don/ Mohammad Romadoni).

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved