Batik Toples Khas Desa Adat Kemiren, Menjaga Warisan Turun Temurun Keluarga

Warga Desa Wisata Kemiren di Kabupaten Banyuwangi memiliki tradisi unik merawat kain batik. Untuk batik tertentu, mereka simpan di dalam toples.

Editor: eben haezer
tribun jatim/nurika anissa
Warga desa Kemiren, Banyuwangi, memiliki tradisi menyimpan kain batik di dalam toples. 

SURYATRAVEL, BANYUWANGI - Warga Desa Wisata Kemiren di Kabupaten Banyuwangi memiliki tradisi unik merawat kain batik.

Di sana, kain batik tidak hanya digunakan sebagai bahan pakaian. 

Batik juga menjadi barang berharga bagi masyarakat Osing (suku asli Banyuwangi) Kemiren. 

Kain batik khas masyarakat Osing Kemiren diwariskan dan dijaga secara turun temurun setiap generasi. 

Cara merawatnya pun cukup unik, yaitu disimpan di dalam toples kaca.

“Batik toples ini diwariskan ke anak cucu. Ada cangkir, ada batik,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kencana Desa Wisata Kemiren, Mohammad Edy Saputro kepada tribun Jatim travel .

Edy menjelaskan, batik warisan keluarga tersebut hanya digunakan untuk acara penting. 

Misalkan pernikahan, khitan atau kegiatan yang penting lainnya menurut masyarakat Osing.

“Ini salah satu lifestyle masyarakat Osing, ketika memiliki batik atau motif batik yg dianggap sangat tua dan bagus menurut mereka. Itu akan disimpan di dalam toples,” jelas Edy.

Semula batik-batik bercorak khas dan dianggap tua menurut masyarakat Osing hanya digantung di dinding.

Saat Hari Raya Idul Fitri tiba, pajangan batik-batik di dinding itu mudah dilihat oleh tamu.

Seiring waktu, lanjut Edy, penyimpanan batik tersebut berubah yaitu di dalam toples kaca.

“Batik motif Banyuwangi, khas Suku Osing. Ada corak Tumbuhan atau hewan dan warna batik khas klasik,” tutup Edy.

Wisatawan yang datang ke Desa Wisata Adat Osing dapat melihat koleksi batik toples di beberapa homestay Desa Adat Kemiren.(nurika anissa)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved