Ikon Wisata Kuliner Pasar Senggol Tulungagung Tutup Selama PPKM Darurat

Pasar Senggol di Tulungagung yang slealu ramai saat Hari Minggu di tutup sementara selama PPKM Darurat

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ David Yohanes
Pasar Senggol Tulungagung salah satu ikon wisata yang ditutup imbas PPKM darurat 

 

Suryatravel – Salah satu ikon wisataPasar Senggol yang berada  di Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Tulungagung sejak Minggu (11/07/2021) ditutup sementara.

Penutupan dilakukan pengelola sebagai  salah satu upaya dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Pasar ini menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi ribuan warga setiap Minggu pagi. “Penutupan ini setelah evaluasi situasi pasar pada Minggu lalu (4/7/2021),” terang  Sekretaris Bumdes Maju Mapan Desa Bangoan, Eli Dwi Lestari.

Eli mengatakan, Minggu lalu Pasar Senggol masih buka sejak awal diperlakukan PPKM Darurat. Saat itu pengunjung sudah berkurang, sebab parkir yang biasa dapat Rp 6.000.000 hanya dapat Rp 4.000.000.

Namun kondisi pasar masih dianggap terlalu ramai dan membahayakan warga. “Kami sempat ditegur pihak Polsek dan Koramil. Akhirnya kami sampaikan ke semua pedagang lewat grup Whatsapp, bahwa Pasar Senggol ditutup,” tutur Eli.

Penutupan ini hanya berlaku pada Minggu pagi, sementara keseharian masih buka.

Sebab kesehariannya pasar ini digunakan berdagang secara terbatas, tidak banyak pengunjung seperti Minggu pagi. Saat ini ada sekitar 300 pedagang yang berjualan setiap Minggu pagi di Pasar Senggol.

“Sebelum pandemi, perputaran uang per Minggu Rp 500 juta-Rp 700 juta. Selama pandemi kira-kira turun 20-30 persen,” sambung Eli.

Sebuah spanduk panjang dipasang di bagian barat pasar, berisi pemberitahuan jika pasar tutup selama PPKM Darurat.

Meski demikian, Eli mengakui masih ada pedagang yang masih berjualan, dengan memindahkan lapaknya di luar area pasar. Dengan demikian pihak pengelola tidak bisa melakukan penertiban.

“Wewenang kami kan hanya di area pasar. Sementara mereka berjualan di wilayah desa lain, di perbatasan pasar,” ucap Eli.

Para pedagang sebenarnya keberatan dengan penutupan ini. Namun Eli mengaku tidak bisa berbuat, karena pemberlakuan PPKM Darurat ini adalah keputusan pemerintah.
 
Seorang pedagang bubur ayam di Pasar Senggol, Mujiati mengaku terdampak dengan penutupan Pasar Senggol. Namun Mujiati mendukung langkah ini, dengan harapan kondisi segera pulih seperti sebelumnya. “Saya manut saja, ini kan untuk kebaikan bersama,” ucapnya. (David Yohanes)
 

Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved