Kawah Ijen Ditutup Sementara Pemkab Bantu Beras Untuk Pelaku Wisata Setempat

selama PPKM Darurat Kawah Ijen Ditutup Sementara Pemkab Bantu Beras Untuk Pelaku Wisata Setempat

Editor: Wiwit Purwanto
Suryatravel/haorrahman
Gubernur Jawa Barat Kang Emil bersama keluarga liburan di Kawah Ijen Banyuwangi sebelum Pandemi Covid-19 

 

Suryatravel – Penutupan seluruh tempat wisata karena PPKM darurat sangat berdampak bagi para pelaku wisata setempat.

Salah satunya  pelaku wisata di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, selama Pemberlakukan Pembatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, memberikan dampak pada para pelaku wisata yang terlibat di dalamnya. 

Berdasarkan aturan, seluruh destinasi wisata ditutup sementara selama PPKM Darurat. Padahal selama ini Kawah Ijen merupakan salah satu destinasi favorit. 

Untuk meringankan beban, Pemkab Banyuwangi menyalurkan bantuan berupa beras kepada 215 pelaku wisata yang berada di kawasan Kawah Ijen, di kantor Kecamatan Licin, Selasa (13/7). Total terdapat 2150 kilogram atau 2,1 ton beras yang disalurkan. 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, ditutupnya Kawah Ijen memberikan dampak yang signifikan pada para pelaku wisata di kawasan tersebut. Mulai dari driver trooper, ojek troli, warung, dan pelaku usaha lainnya. 

"Mungkin bantuan ini tidak seberapa. Tidak bisa mengganti penghasilan yang hilang karena ditutupnya Kawah Ijen. Tapi ini bagian dari ikhtiar pemerintah untuk membantu para pelaku wisata yang terdampak," kata Ipuk. 

Ia mohon maaf harus ada pembatasan aktivitas masyarakat. “Ini situasi suli,  Ini merupakan keputusan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten yang harus diambil agar bisa menekan penularan Covid-19, untuk melindungi masyarakat semua,” ujarnya.

Ipuk meminta kepada seluruh masyarakat untuk terus bersama-sama selalu taat protokol kesehatan.

"Protokol kesehatannya benar-benar dijaga. Selalu pakai masker. Mari jaga diri dan keluarga masing-masing," ujarnya.

Camat Licin Hartono mengatakan, bantuan ini diberikan kepada warga Licin yang selama ini bekerja sebagai pelaku wisata di Kawah Ijen. "Pembagian bantuan ini diserahkan dalam 6 sesi, untuk menghindari kerumunan,” kata Hartono. 

Salah seorang penerima bantuan, Sahlan mengatakan, ditutupnya Kawah Ijen membuat dia harus bekerja seadanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Mau bagaimana lagi, kondisinya seperti ini," kata Sahlan yang sebelum Kawah Ijen ditutup bekerja sebagai driver troper tersebut. 

"Alhamdulilah dapat beras 10 kilogram. Bisa buat makan lebih dari seminggu," tambah pria 57 tahun tersebut. (Haorrahman)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved