Kolektor Sepeda Jadul Terbanyak Se Indonesia Berburu Hingga Ke Papua 

Di rumahnya yang luas dua gudang besar berukuran 10 x 20 meter untuk menampung koleksi sepeda tua yang jumlahnya mencapai 300 lebih sepeda tua

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/didik mashudi
Kolektor ratusan sepeda tua Sadam Husein dengan sejumlah sepeda koleksinya 

 

Suryatravel –  Kolektor sepeda jadul di Kediri ini benar benar mewarisi hobi orang tuanya. Sepeda tua masih menjadi ikon para penggemar sepeda tua di Indonesia. Salah satunya milik keluarga Sadam Husein, warga Jalan Letjen Suparman, Kota Kediri.

Namanya Sadam Husein,  sama dengan mantan Presiden Irak, namun Sadam Husein yang satu ini tidak berkutat dengan pemerintahan dan mesin perang, melainkan tinggal di Kota Kediri dan mengoleksi sepeda tua.

Di rumahnya yang luas, disiapkan dua gudang besar berukuran 10 x 20 meter untuk menampung koleksi sepeda tua yang jumlahnya mencapai 300 lebih sepeda tua.

Koleksi sepeda tua Sadam Husein ini merupakan peninggalan orangtuanya, almarhum H Amir Fatah Abdullah yang dikenal sebagai salah satu kolektor sepeda tua terbanyak di Indonesia.

Pada masa hidupnya H Amir selaku kolektor sepeda tua sering berburu koleksi ke sejumlah daerah di Indonesia. Salah satunya dari Provinsi Papua yang masih banyak ditemukan berbagai koleksi sepeda tua buatan Belanda.

Menurut Sadam Husein, koleksi sepeda miliknya yang paling tua adalah buatan tahun 1900. Sedangkan koleksi paling muda buatan tahun 1970-an.

Beberapa koleksi sepeda tua di antaranya merk Gazele, Simplex, Humber dan Fongers.

"Sepeda tua itu unik dan untuk kesenangan," ungkap Sadam, Kamis (15/07/2021).

Diungkapkan Sadam, ayahnya semasa hidupnya memang senang berburu sepeda tua. "Seluruh kota di Indonesia pernah didatangi termasuk di Irian Jaya," ungkapnya.

Sadam pun secara rutin satu atau dua bulan sekali membersihkan sepeda tua koleksinya. Hampir semua sepeda tua masih dapat digunakan dengan onderdil yang lengkap.

Sebelum pandemi Covid-19, Sadam juga sering mengikuti sejumlah event pameran sepeda tua yang digelar di sejumlah daerah. Namun kegiatan sepeda tua terhenti saat pandemi melanda Indonesia.

Selain mengoleksi sepeda tua, Sadam juga mengoleksi sejumlah onderdil penting dari sejumlah merk yang masih orisinil. "Untuk onderdil tak ada masalah," ungkapnya.

Sementara Muji Harjito, Pengurus Komunitas Sepeda Tua Kediri (Kosti) membenarkan koleksi sepeda tua milik keluarga Sadam Husein yang mencapai sekitar 300 sepeda tua. Itu merupakan yang terbanyak di Indonesia.

Diungkapkan Muji, data terakhir anggota Kosti jumlahnya mencapai 3.000 - 3.500. Anggota Kosti tersebut tersebar di 85 klub yang ada di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri.

Sementara koleksi sepeda tua milik anggotanya dengan berbagai merk seperti Fongers, Gazele, Simlek buatan Belanda. Sedangkan buatan Inggris seperti Humber serta Releight dan Mister buatan Jepang. Ada juga beberapa sepeda buatan pabrikan Jerman.

Sementara harga sepeda tua saat masa pandemi masih relatif stabil. Contohnya, merk Fongers dengan aksesoris lengkap dan orisinil bisa mencapai Rp 60 jutaan.

Sedangkan Gazele dengan kondisi perlengkapan masih orisinil harganya di pasaran mencapai Rp 40 juta sampai Rp 50 juta. Sementara sepeda tua lainnya dengan suku cadang tidak orisinil di pasaran harganya juga masih tinggi berkisar Rp 10 juta.

Diungkapkan Muji, anggota Kosti mengoleksi hampir semua merk sepeda yang pernah diproduksi baik oleh pabrikan Belanda, Inggris, Jerman dan Jepang.

Sementara selama pandemi ini, kegiatan Kosti sempat vakum. Namun anggota Kosti secara perorangan masih ada yang aktif menggelar touring kecil-kecilan ngontel bersama anggota klub. (didik mashudi)

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved