Sego Menok Khas Magetan, Dulu Menu Raja Sekarang Santapan Kaum Jelata 

Sego Menok Magetan dulu dikenal menu raja raja sekarang jadi santapan warga jelata

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/Doni P
Sego Menok khas Magetan Jawa Timur yang mulai langka 

Suryatravel – Kuliner satu ini dulu menjadi menu andalan para raja tapi sekarang menu ini menjadi santapan kaum jelata, menu itu adalah Sego Menok,

Sego Menok Magetan,  tidak akan pernah ada duanya walau di negeri asalnya Solo. Dahulu nasi menok, yang berbahan rempah rempah, didominasi kelapa/santan, menu favorit raja raja Mataram, di  Pajang, Surakarta, Jawa Tengah.

Saat ini hanya ada di Magetan, dijual Si Mbah Rubinah pedagang nasi lesehan di pelataran parkir Pasar Penampungan Sayur  Plaosan, Magetan, Jawa Timur.

Sebagian besarpelanggan setia selalu datang, mereka adalah pedagang pasar, buruh angkut dan sopir truk sayur sebagian warga setempat.

Mbah Rubinah (79) warga Dusun Maron, Desa Buluharjo, Plaosan, Magetan, ini satu satunya penjual nasi menok di Magetan yang masih ada. Rubinah menjual menu makanan khas nasi menok sejak 40 tahun lalu, meneruskan jualan orangtuanya.

"Sehari bisa menjual sebanyak 400 bungkus nasi menok dan lauk pauk pelengkapnya,"kata Mbah Rubinah.

Nasi menok yang punya rasa gurih karena pengaruh santan dan bumbu rempah rempah itu kini menjadi menu kuliner rakyat jelata, dengan harganya yang sangat terjangkau,  Rp 4000 komplit lauk pauk pelengkap bothok sebungkus.

Dari 400 bungkus itu, ungkap Mbah Rubinah, nasi menoknya hanya sekitar 100 bungkus. Sisanya lauk pauk pelengkap seperti bothok teri, bothok daun bawang merah, bothok tempe, pelas (kedelai hitam diberi rempah rempah santan), dan gadon (parutan kelapa dibumbui rempah rempah dan daging sapi).

Ia menjajakan Nasi Menok pada sore hari dan tidak lama kemudian habis. Menurut Mbah Rubinah, dulu ada beberapa yang jualan nasi menok, tapi sudah lama tidak lagi terlihat penjual nasi menok itu di Pasar Sayur Mayur ini.

"Sudah lama, penjual nasi menok lainnya berhenti berjualan. Mungkin penjual yang lain itu anak anaknya tidak ada yang mau meneruskan,"ungkap Mbah Rubinah.

Mbah Rubinah tidak tahu pasti asal usul pasti menu nasi menok itu diturunkan orangtuanya dari mana, yang jelas kedua orangtuanya dulu Nenek Moyangnya berasal dari Surakarta atau Solo.

"Saya hanya mendapat cerita kalau nasi menok itu dulunya menu kesukaan para raja raja Islam di Pajang, Mataram, Surakarta. Karena perang lari kesini (Magetan) masakan nasi menok ini ditularkan bekas juru masak keraton Mataram,"ujarnya.  (Doni Prasetyo)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved