Delegasi Kemenparekraf Terbang Ke USA, Promosikan 5 Kuliner Bumbu Rempah Asli Indonesia

Indonesia Spice Up The World (ISUTW) adalah program kolosal berkonsep Indonesia incorporated yang berlangsung di AMerika

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/wiwit purwanto
salah satu kuliner berbahan rempah rendang daging juga dikenalkan di Amerika 

Suryatravel – Sejumlah perwakilan dari Indonesia dalam Indonesia Spice Up The World (ISUTW) adalah program kolosal berkonsep Indonesia incorporated yang berlangsung hingga tahun 2024 bakal berkunjung ke New York Amerikm Serikat.

Program ini melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah pusat serta daerah, pengusaha, akademisi, komunitas, dan media. Tidak hanya itu, ISUTW juga menggandeng maskapai penerbangan Garuda Indonesia untuk segi logistik dan bank BNI untuk segi pembiayaan.

Selain mendorong hadirnya kuliner Indonesia di mancanegara, program ini juga menargetkan adanya 4.000 restoran Indonesia di luar negeri dan meningkatkan nilai ekspor bumbu dan rempah-rempah menjadi 2 miliar Dolar Amerika Serikat (AS).

Melansir Kompas. Com, kunjungan kerja ke New York, AS Program ISUTW meliputi kunjungan kerja staf Kemenparekraf ke New York, AS.

Kunjungan kerja ini rencananya diadakan pada 21-24 Juli 2021. Delegasi yang akan berangkat adalah dari Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa.

Juga ada Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran, Masruroh. Sandiaga mengatakan kunjungan kerja tersebut merupakan instruksi dari Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Pihaknya juga sudah mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo dan Sekretariat Negara.

“Banyak yang menyampaikan, target-target (itu) mungkin boleh dikatakan sangat ambisius. Tapi kami yakin ini bisa karena kita akan berkolaborasi bukan hanya kementerian tapi dengan diaspora juga,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat Weekly Press Briefing, Senin (19/7/2021).

Berikut hal-hal yang perlu diketahui tentang program Indonesia Spice Up The world: Mempromosikan lima jenis bumbu

Bumbu yang dipromosikan adalah bumbu rendang, nasi goreng, sate, soto, gado-gado, serta bumbu pendukung lainnya, yakni kecap manis dan kacang tanah. Sedangkan, rempah prioritas ekspor adalah lada, pala, cengkeh, jahe, kayu manis, dan vanila.

Dibagi menjadi empat pilar Sandiaga menjelaskan bahwa program ISUTW dibagi menjadi empat pilar vertikal, yakni rempah, produk bumbu dan pangan olahan, restoran Indonesia, promosi kuliner, dan Indonesia destinasi kuliner.

Pada pilar pertama, yaitu produksi, produk bumbu, dan pangan olahan, terdiri dari produksi, expert, kemasan, pameran bumbu, dan pendampingan pembiayaan. Untuk pilar kedua, restoran Indonesia di luar negeri akan didesain ulang serta dibantu promosinya.

Program ini juga akan mendatangkan chef dan memastikan adanya patokan bahan baku serta kolaborasi. Adapun, patokan diperlukan agar tercipta kesamaan rasa dan kualitas.

Sementara itu, pilar selanjutnya adalah tentang promosi kuliner. Pilar ini terdiri dari festival, konten digital, event kolaborasi media, pameran, dan konferensi forum. Pilar terakhir adalah Indonesia destinasi kuliner. Pilar ini mendorong adanya pola perjalanan tematik, penyiapan destinasi gastronomi, perjalanan, dan konten destinasi kuliner.

 “Ini adalah kunjungan kerja pertama di mana kita akan menyiapkan beberapa langkah, seperti langkah-langkah awal persiapan dengan KBRI, KJRI di New York. Untuk program ISUTW, kita juga melakukan penguatan jejaring melalui pertemuan dengan para pegiat kuliner, importir bumbu, pengusaha restoran non-Indonesian yang juga ada di New York agar mereka berperan aktif dan bisa menyukseskan program ISUTW,” terangnya.

Adapun Sandiaga sendiri tidak akan berangkat dan akan mengikuti kegiatannya secara hybrid.

Mengapa Amerika dipilih? Menurutnya, Amerika berpotensi sebagai tempat untuk mempromosikan bumbu dan rempah Indonesia. Negara tersebut dinilai sebagai salah satu negara yang perekonomiannya sudah kembali bergerak di tengah pandemi Covid-19.

Sementara itu, terkait New York, kota tersebut dikatakan memiliki peluang paling besar. Sebab, terdapat 100-150 restoran Indonesia yang bisa berpartisipasi dalam program 4.000 restoran di ISUTW.

“Amerika potensinya besar karena populasinya besar dan daya belinya juga sudah kembali, jadi baik untuk ekspor rempah-rempah maupun untuk promosi karena kita akan gunakan restoran-restoran ini sebagai pengumpan dari potensi-potensi pariwisata dan produk ekonomi kreatif lain yang dimiliki bangsa ini,” pungkasnya.

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved