Wisata Ke Luar Angkasa Siapkan Fisik Dan Mental Biayanya Rp 3.6 Miliar

Berkaca dari dua pengalaman itu serta kemajuan teknologi, diramalkan program wisata luar angkasa bisa jadi kenyataan di tahun 2022

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/Istimewa
Roket New Shepard yang digunakan dalam misi Blue Origin. Roket ini digunakan dalam wisata luar angkasa warga sipil ke luar angkasa. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mau Wisata ke Luar Angkasa? Siapkan Fisik dan Uang Minimal Rp 2 Miliar", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2021/07/22/073100927/mau-wisata-ke-luar-angkasa-siapkan-fisik-dan-uang-minimal-rp-2-miliar. Penulis : Ni Nyoman Wira Widyanti Editor : Ni Nyoman Wira Widyanti Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat: Android: https://bit.ly/3g85pkA iOS: https://apple.co/3hXWJ0L 

Adapun beberapa misinya adalah mengelilingi bumi atau mengunjungi International Space Station (Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS)

Lantas, berapa harga yang harus dibayar untuk ke luar angkasa? Di tahun 2020, Virgin Galactic memulai inisiatif One Small Step untuk siapapun yang ingin mendapat tiket Virgin Galactic ketika penjualan dibuka kembali tahun 2021.

CNBC melaporkan, inisatif tersebut mewajibkan peserta untuk membayar deposit sebanyak 1.000 dolar AS (sekitar Rp 14 juta) yang dapat dikembalikan secara penuh.

Sejauh ini, menurut Forbes, perusahaan tersebut melaporkan adanya 600 reservasi aktif dan tiap tiketnya dijual antara 200.000 - 250.000 dolar AS (sekitar Rp 2,9 – Rp 3,6 miliar).

Sementara, untuk Blue Origin, salah satu peserta yang ikut wisata luar angkasa pada 20 Juli 2021 lalu membayar 28 juta dolar AS (sekitar Rp 407 miliar) saat pelelangan amal.

Siapkan fisik dan mental Jika calon penumpang sudah menyiapkan biaya dan melakukan registrasi untuk waiting list di situs web perusahaan luar angkasa pilihan, mereka tetap harus menyiapkan fisik dan mental.

Mantan astronot NASA Scott Parazynski mengatakan, perjalanan ke luar angkasa merupakan pengalaman hidup yang cukup signifikan. Oleh karena itu, kesehatan fisik dan mental dapat membantu lantaran mereka akan mengalami hal-hal baru selama perjalanan.

 “Semakin Anda terlibat dalam pengalaman tersebut, semakin kuat Anda akan mengingatnya – pengalaman tersebut akan lebih berdampak untuk Anda,” kata Scott, melalui Travel and Leisure.

Ketiadaan gravitasi di luar angkasa akan berdampak pada fungsi tubuh manusia. Maka, para penumpang mungkin akan merasa pusing dan mual lantaran tidak ada gravitasi yang menarik cairan tubuh ke kaki.

“Sehingga Anda akan bisa merasakan langsung seluruh cairan naik hingga ke tubuh bagian atas. Rasanya seperti berdiri di atas kepala,” kata salah satu mantan astronot NASA, Leroy Chiao.

Kendati demikian, adrenalin dan antusiasme penumpang umumnya dapat sedikit meredakan efek samping tersebut.

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved