Gapura Agung Makam Sunan Drajat Lamongan Akan Direvitalisasi

Pemkab Lamongan mengagendakan perbaikan bangunan gapura agung komplek makam sunan drajat yang mulai ada kerusakan

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/hanif manshuri
Komplek Makam Sunan Drajat Lamongan yang mulai mengalami kerusakan sebagian secera di renovasi 

Suryatravel - Lamongan menjadi satu diantara tempat makam Wali Songo. Makam Sunan Drajat adalah wali yang kerap dikunjungi umat Islam. 

Namun seiring perjalanan usia dari bangunan yang ada di kawasan Makam Sunan Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan Jawa Timur mulai mengalami kerusakan.

Pihak Pemkab Lamongan mengagendakan perbaikan bangunan itu. "Kita agendakan untuk direvitalisasi, " kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Rabu (4/8/2021).

Rencana ini sejalan dengan  Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Direktorat Penataan Bangunan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang sudah  memaparkan perencanaan revitalisasi.

Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Direktorat Penataan Bangunan, saat  pemaparan disebutkan,  bangunan di kawasan Makam Sunan Drajat yang akan direvitalisasi diantaranya adalah Gapura Agung, pagar dan kanopi beserta lantainya.

"Prioritas utama akan mengganti semua kanopi beserta lantainya, mulai pintu utama yaitu Gapura Agung sampai ke depan masjid," kata Yuhronur 

Untuk pengerjaan Gapura Agung dipastikan tidak akan dibuatkan gapura baru atau replika, karena bangunan gapura masih asli.

Pengerjaan hanya dilakukan dengan merehabilitasi bangunan asli, kecuali bagian yang sudah rusak berat akan diganti dengan material yang baru.

Sedangkan untuk bagian yang masih utuh,  nantinya hanya akan dilakukan coating menggunakan minyak atsiri sesuai rekomendasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

Gapura Agung  tidak dibuat replika ulang, hanya rehabilitasi atau renovasi, terutama atapnya yang dibuatkan baru dengan kayu jati. 

Menurut penjelasan PUPR, berdasarkan identifikasi bersama BPCB, Gapura Agung masih asli, daun pintunya juga masih asli.

Selain merehabilitasi bagian atas gapura, nantinya juga akan dilakukan penggalian di bagian bawah gapura untuk menemukan struktur pondasi eksisting gapura yang sudah tertutup karena peninggian lantai pedestrian.

Gapura dibongkar kemudian dirakit kembali. Dan akan dibantu BPCB, karena ini merupakan bangunan cagar budaya.

Berbeda dengan gapura yang dipertahankan bangunan aslinya, untuk bagian pagar rencananya akan diganti dengan yang baru, karena sudah bukan bangunan asli.

Hasil survey menunjukkan, pagar kayu sudah banyak dimakan rayap, apalagi itu bukan bangunan asli, yang asli hanya  1 sap di dekat gapura dan perkiraan hanya 10 batang aja

Sementara  bagian kanopi beserta lantai pedestrian. Konstruksi bangunan akan dibuatkan yang baru dengan arsitektur dan material yang menyerupai bentuk aslinya.

Kanopi dikembalikan bentuk kanopi seperti bentuk awalnya, kemudian materialnya juga sesuai dengan materialnya zaman dulu,  menggunakan kayu jati. 

"Hanya pondasinya harus diperkuat karena tanahnya gerak, " katanya.

Kanopi dan lantai pedestrian yang akan direvitalisasi yaitu sepanjang kurang lebih 150 meter, mulai dari Gapura Agung hingga depan Masjid.

Selain ketiga bangunan yang menjadi prioritas tersebut, pengerjaan juga akan dilakukan pada beberapa titik lain, seperti area anak tangga dekat parkir, dan Balai Rantai.

Balai Rantai sudah miring, makanya itu nanti  digali dulu untuk mengetahui kondisi di bawahnya.

Pengerjaan revitalisasi kawasan Makam Sunan Drajat diperkirakan akan dimulai paling lambat pada awal September mendatang.

Yuhronur Efendi mengaku bersyukur karena akhirnya revitalisasi kawasan Makam Sunan Drajat akan segera terlaksana, setelah sekian lama menunggu.

"Sebenarnya kita sudah lama mengkomunikasikan ini, awalnya saya sudah bersurat untuk meminta ada revitalisasi dan akhirnya bisa dimulai walaupun tidak seluruhnya," kata Yuhronur.

Bahkan Yuhronur mengaku lega karena dalam paparan yang diberikan, revitalisasi itu  akan tetap mempertahankan bangunan asli.

"Jadi  tidak menghilangkan historis dari bangunan-bangunan penting yang ada, " katanya.

Ini adalah salah satu ikon  Kabupaten Lamongan sebagai wisata religi, jadi  selain wisata religi Makam Sunan Drajat ini, di Paciran juga  ada makam Sendang Duwur, Syekh Maulana Ishaq. "Ya, bisa  menjadi satu paket wisata," pungkasnya.(Hanif Manshuri)

-

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved