Kemenparekraf Gandeng Pelajar Indonesia Di Swedia Promokan Pariwisata dan Industri Kreatif

pelajar Indonesia di Swedia sangat potensial untuk mengambil peran sebagai duta pariwisata dan ekonomi kreatif yang bisa membangun narasi positif

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/Istimewa
Ilustrasi daya tarik keindahan alam Indonesia 

Suryatravel – Menparekraf  Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Swedia mempromosikan kekayaan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia kepada masyarakat Swedia dan khalayak internasional

Sandiaga mengatakan para pelajar Indonesia di Swedia sangat potensial untuk mengambil peran sebagai duta pariwisata dan ekonomi kreatif yang bisa membangun narasi positif tentang keindahan Indonesia.

“PPI Swedia harus mampu memainkan peran, karena pemerintah saat ini membutuhkan perjuangan bersama, agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini bangkit. Oleh karena itu duta-duta wisata dan ekonomi kreatifnya adalah para PPI Swedia ini yang sekarang akan jadi mitra kita ke depan,” kata Sandiaga, dalam webinar “Peran Generasi Muda di Era Disrupsi” yang diselenggarakan oleh PPI Swedia secara daring, Kamis (5/8/2021).

Ia juga meminta PPI Swedia untuk mengamplifikasi konten kreatif media sosial Kemenparekraf dan turut serta mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Hal ini diharapkan dapat membangun kepercayaan pasar bagi sektor parekraf Indonesia.

 Lebih lanjut, Sandiaga menyampaikan keinginannya merangkul generasi milenial dan generasi Z agar mengambil peranan penting untuk dapat mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045.

 “Dengan itu, generasi milenial kita harus ditingkatkan minat bacanya, harus memiliki akun media sosial, harus juga memilih digital present daripada hanya rebahan dan juga bagaimana caranya milenial ini menjadi generasi yang terus tersambung dengan kearifan lokal,” ujar Sandiaga.

 Deputi Bidang Sumber Sumber Daya Kelembagaan Kemenparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya, berharap PPI Swedia dapat menjadi ujung tombak dalam memperkenalkan destinasi wisata Indonesia kepada masyarakat Swedia.

 “Kita juga ingin banyak belajar dari Swedia, dan bisa mengaplikasikannya di Indonesia, seperti bagaimana masyarakat Swedia mengembangkan pariwisatanya, hingga belajar program pengembangan dan pelatihannya,” ujar Wisnu.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Swedia dan Latvia Kamapradipta Isnomo, menyampaikan masyarakat Swedia memiliki banyak waktu libur, dan Indonesia menjadi salah satu destinasi yang didatangi ketika berlibur.

“Sebelum pandemi, Swedia mencatat kenaikan jumlah wisatawan ke Indonesia, dan tertinggi yaitu 57 ribu wisatawan Swedia yang datang ke Indonesia. Mungkin jumlahnya tidak begitu besar, namun dari segi spending mereka spend-nya rata-rata 2000 dolar AS per minggu dan rata-rata mereka stay di Indonesia selama dua pekan,” ujar Kamapradipta.

Selanjutnya pihaknya siap memfasilitasi dan membantu jika Kemenparekraf ingin berkolaborasi dengan negara Swedia.

“Swedia juga terkenal dengan inovasinya, dan tahun lalu Swedia menempati peringkat ke dua inovasi dunia. Jadi mungkin ini dua hal yang bisa jadi untuk men-trigger Kemenparekraf dan jajaran Swedia. Tentunya kami siap memfasilitasi dan membantu,” tandasnya.

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved