Ruang Basemen Bangunan Cagar Budaya De Javasche Bank Cukup Sejuk. Ini Rahasianya Ada Natural AC

De Javasche Bank, yang berada di Jalan Garuda No.1 Surabaya.  De Javasche Bank menjadi saksi awal bermulanya perbankan di Indonesia.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/Sugiharto
Bangunan cagar budaya De Javasche Bank Surabaya 

Suryatravel - Mau pergi berwisata ke tempat yang murah meriah tapi mengedukasi,  di Surabaya ada De Javasche Bank, yang berada di Jalan Garuda No.1 Surabaya.  De Javasche Bank menjadi saksi awal bermulanya perbankan di Indonesia.

Tidak heran jika sebutan Surabaya sebagai  Kota Pahlawan , karena Surabaya menyimpan segudang cerita perjuangan arek-arek Suroboyo saat melawan Belanda.

Namun dibalik kenangan pahit itu, Belanda banyak  meninggalkan bangunan bersejarah, salah satunya yaitu De Javasche Bank (DJB) yang menjadi saksi sejarah panjang perbankan di Indonesia.

Bank Indonesia sempat beroperasi di Gedung DJB sambil menunggu pembangunan gedung BI yang ada di jalan Pahlawan.

Gedung ini awalnya difungsikan sebagai cabang De Javasche Bank Jakarta pada tahun 1829. Kemudian pada tahun 1953 berganti nama Bank Indonesia.

"Pada 1 Juli 1953, De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia dan secara otomatis gedung De Javasche Bank di Jalan Garuda ini beralih fungsi menjadi kantor Bank Indonesia," tutur Rizki Jayanto selaku guide De Javasche Bank .

Pada tahun 1973, gedung tersebut tak lagi digunakan karena kapasitas gedung tidak cukup memadai untuk melakukan kegiatan operasional Bank Indonesia.

"Setelah Bank Indonesia pindah, gedung ini juga sempat dipinjam oleh bank-bank lain. Dan kemudian diresmikan menjadi cagar budaya pada 27 Januari 2012," tambahnya.

Bangunan yang berdiri sejak 14 September 1829 ini terdiri atas tiga lantai. Lantai dasar (basement) digunakan untuk memajang barang-barang peninggalan.

"Basement ini merupakan pintu masuk pengunjung yang ingin melihat isi gedung. Di sini pengunjung juga bisa melihat koleksi mata uang kuno dan benda-benda lain tentang perbankan," ujar Rizki.

Basemen ini sekaligus sebagai brankas dari Bank tempat penyimpanan uang dan barang berharga lainnya.

Lantai basemen DJB yang juga sebagai brankas
Lantai basemen DJB yang juga sebagai brankas (suryatravel/Sugiharto)

Lantai dua bergaya interior klasik sebagai hall yang dimanfaatkan sebagai tempat pameran, wisuda, seminar, dan spot foto. Sementara di lantai tiga sebagai penyimpanan arsip sejarah De Javasche Bank.

"Kalau di lantai dua ini tinggal bilik-bilik dan kursi kayu untuk pengunjung yang masih asli. Untuk lantai tiga terdapat lemari yang dulunya digunakan sebagai penyimpan arsip," tambahnya.

Gedung cagar budaya DJB memiliki beberapa keunikan salah satunya CCTV berbentuk kaca datar yang dipasang di sudut-sudut, sehingga petugas keamanan bank tidak perlu mengitari lorong ruangan melainkan cukup memantau dari depan dan melihat bayangan melalui kaca-kaca sudut tersebut.

“Fungsi CCTV tradisional ini untuk memantau teller di lorong bagian belakang yang terdapat brankas milik De Javasche Bank agar tidak melakukan kejahatan,” jelasnya.

Ketatnya keamanan dikarenakan DJB menyimpan 60 ton emas batangan yang bernilai hampir Rp 6 miliar batangnya di dalam brangkas bawah tanah.

CCTV tradisional berupa pemasangan kaca datar di sudut sudut  lorong
CCTV tradisional berupa pemasangan kaca datar di sudut sudut lorong (suryatravel/Sugiharto)

Selain CCTV, DJB juga mempunyai AC alami pada zamannya serta kaca patri yang belum pernah pecah hingga saat ini. 

Nah untuk AC ini, DJB di ruangan basemen ini hawanya cukup sejuk meskipun tidak pakai AC.

Ternyata hawa sejuk ini didapatkan dari  natural air conditioner (AC), Belanda membuat sistemnya seperti kendi, Seperti orang jawa kendi diisi air pada malam hari dan diminum pagi hari, maka airnya menjadi sejuk.

Natural AC berupa tandon air disekeliling ruang basaement yang menjadikan basement menjadi sejuk
Natural AC berupa tandon air disekeliling ruang basaement yang menjadikan basement menjadi sejuk (suryatravel/Sugiharto)

Sistem ini diterapkan di ruangan basemen DJB, dengan adanya tandon air  di sekeliling gedung basemen. Tandon air yang memanjang ini diisi air, sehingga kalau siang ruangan ini jadi sejuk.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved