Akhir Pekan Dan Jelang Libur Tahun Baru Islam Terminal Purabaya Masih Sepi

Meski sekarang akhir pekan, tak ada lonjakan penumpang signifikan. Total penumpang, masih di angka dua ribuan perharinya," kata Ka UPT Imam Hidayat

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ahmad zaimul haq
Penumpang di Terminal Purabaya masih lengang 

Suryatravel – Menjelang akhir pekan dan libur Tahun Baru Islam, jumlah penumpang di Terminal Purabaya tak menunjukkan kenaikkanyang signifikan, Sabtu (7/8/2021).

"Meski sekarang akhir pekan, tak ada lonjakan penumpang signifikan. Total penumpang, masih di angka dua ribuan perharinya," kata Kepala Unit Terminal Purabaya Imam Hidayat, Sabtu (7/8/2021). 

Menurutnya, jumlah penumpang di Terminal Purabaya menurun tajam sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat awal Juli lalu. Sebelum adanya PPKM, rata rata jumlah penumpang masih diangka 29 ribu perharinya. 

"Memang, kalau dibandingkan dengan sebelum PPKM, turunnya sampai 90 persen. Sangat jauh," katanya. 

Imbasnya, karena penumpang sedikit banyak armada yang bus yang tak berangkat. Masing-masing Perusahaan Otobus (PO) mempertimbangkan bahan bakar yang harus dikeluarkan dan pertimbangan ekonomi lainnya. 

"Biasanya, PO bisa memberangkatkan 30 bus, sekarang mungkin cuma 5-6 bus. Itu pun juga sangat sepi. Tiap bus paling cuma 7 penumpang," lanjutnya. 

Bus yang berangkat masih didominasi dengan layanan Antar Kota antar provinsi (AKAP). "Untuk yang Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), juga melihat jumlah penumpangnya. Kalau cuma 1-2 orang, mereka tak berani berangkat," kata Imam.

Selain bus rute luar kota, bus dalam kota pun ikut terdampak. "Kalau penumpang dari luar kota nggak ada, bus dalam kota juga ngga dapat penumpang," katanya. 

Pengetatan perjalanan selama pandemi ini kata Imam membuat penumpang berpikir ulang untuk berangkat. Di antaranya, soal kewajiban membawa hasil uji usap terbaru dan kartu vaksin. 

Di PPKM level 4 juga mengatur regulasi bagi pelaku perjalanan domestik. Ini bagi yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bus, kapal laut, dan kereta api).

Mereka harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan PCR H-2 untuk pesawat udara serta antigen (H-1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bus, kereta api, dan kapal laut.

"Selain bagi penumpang, regulasi ini juga berlaku untuk awak bus baik sopir dan kernet," katanya. 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved