Waspada Plesiran Di Pantai Selatan Cuaca Buruk Ombak Setinggi 4 Meter Mengintai

prediksi BMKG Jawa Timur dalam sepekan Pantai Selatan Lumajang dalam dua hari terakhir diterjang ombak besar

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/Istimewa
Nelayan di pesisir Pantai Selatan Lumajang mengamankan perahunya dari amukan ombak besar 

Suryatravel  - Traveller yang hendak plesiran ke pantai Selatan agaknya harus lebih waspada lantaran cuaca buruk ombak tinggi sedang melanda.

Prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Jawa Timur dalam sepekan dilanda cuaca buruk tampaknya sudah benar-benar terbukti. Pantai Selatan Lumajang dalam dua hari terakhir diterjang gelombang setinggi 4 tinggi. 

Ombak laut itu sampai menerjang daratan terjadi di sekitaran Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian.

Akibatnya tidak sedikit warung makan maupun pondok nelayan yang mengalami kerusakan. Bahkan, tingginya gelombang juga membuat lahan pertanian milik warga terendam air laut.

Sidkin nelayan setempat mengatakan gelombang ombak paling besar terjadi pada (12/8) pagi. Saat itu, dia bersama beberapa nelayan lainnya sedang memperbaiki perahu miliknya di bibir pantai.

Secara tiba-tiba ombak besar menghantam daratan. Sampai-sampai beberapa peralatan yang digunakan memperbaiki kapal sempat hanyut terbawa air laut.

"Tinggi ombaknya sekitar 4 meteran lah, makanya sekarang banyak nelayan takut melaut. Ya sementara perahu-perahu kami amankan ke daratan yang lebih tinggi, khawatir nanti perahu kami bisa terseret," katanya.

Tidak hanya menghantam kapal, dampak ombak besar ternyata juga menghantam warung-warung di dekat bibir pantai. Air laut tersebut sempat masuk ke halaman warung hingga setinggi lutut orang dewasa. 

Kepala Desa Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian Didik Nurhandoko mengimbau para pemilik warung maupun nelayan untuk menghentikan aktivitasnya sementara waktu. Sebab, belakangan langit sering mendung ditambah angin laut yang cukup kencang membuat gelombang air laut semakin meninggi.

"Khawatir gelombang pasang makin besar warga terpaksa kami minta untuk tidak membuka warung dulu," pungkasnya. (toni hermawan)

 

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved