Imbas PPKM Hotel DI Wisata Gunung Bromo Tutup Dan Jual Aset Ada Juga Jualan Menu Hotel Keliling

hotel Yoschi’s Hotel dan Jiwa Jawa Resort Bromo misalnya,  imbas dari PPKM berlangsung, tingkat okupansinya sampai 0 persen

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/erwin wicaksono
Kawasan wisata Bromo masih ditutup selama pandemi berimbas juga pada sepinya okupansi hotel di kawasan tersebut 

Suryatravel - Pelaksanaan PPKM menjadikan bisnis perhotelan sangat terdampak. Sejumlah hotel di kawasan wisata Gunung Bromo, tutup dan jual sebagian asetnya.

Dua hotel Yoschi’s Hotel dan Jiwa Jawa Resort Bromo misalnya,  imbas dari PPKM berlangsung, tingkat okupansinya sampai 0 persen atau tidak ada satupun tamu yang menginap di dua hotel tersebut, karena penutupan obyek wisata Gunung Bromo.

Karena kondisi itu, Yoschi's Hotel akhirnya ditutup sementara. Sedangkan Jiwa Jawa Resort Bromo tetap buka meski tak ada tamu.

Agar bisnis hotel tetap bertahan, beragam upaya pun dilakukan. Owner Yoschi's Hotel, Digdoyo Djamaluddin mengatakan ia terpaksa menjual sebagian asetnya. Hasilnya, tentu untuk menutupi biaya operasional.

"Upaya agar bisa bertahan jual sebagian aset hotel dan di luar hotel. Bisnis hotel sangat terdampak," katanya, Kamis (12/08/2021).

Ia berharap pemerintah memberikan bantuan, misalnya relaksasi biaya operasional agar bisa melewati masa sulit ini.

Ia juga menginginkan upaya penanganan Covid-19 bisa berjalan beriringan dengan pemulihan ekonomi.

"Saya berharap agar sektor pariwisata dapat dibuka kembali dengan aturan yang ketat namun tak tumpang tindih. Kami siap mengikuti aturan yang berlaku. Karyawan kami sudah divaksin. Kami punya perlengkapan penunjang protokol kesehatan," ungkapnya.

Sementara itu, General Manager (GM) Jiwa Jawa Resort Bromo, Candra Adi mengungkapkan pihaknya harus memutar otak  karena minimnya pendapatan.

Para karyawan jemput bola konsumen dengan keliling menjajakan menu andalan.

"Itu upaya sekadar untuk bertahan saja. Meskipun pendapatannya tentu jauh dari kata ideal. Kami juga memberikan beragam paket menginap. Tetapi respons pasar lemah karena banyaknya pembatasan dan penyekatan jalan," paparnya.

Candra mengungkapkan, ia mendukung penuh kebijakan pemerintah menerapkan PPKM untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Akan tetapi, ia juga berharap ada solusi konkret untuk mengatasi kondisi perekonomian saat ini.

"Kami pelaku pariwisata memang terdampak luar biasa. Sektor lain pun juga mengalami hal yang sama. Saya berharap adanya solusi," pungkasnya. (nen) 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved