Kibarkan Bendera di Tengah Laut Gus Ipul Gali Potensi Wisata Bahari Kota Pasuruan

Pengibaran bendera merah putih ditengah laut Kota pasuruan oleh Gus Ipul dan Forpimda sekaligus gali potensi wisata bahari

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/galih Lintartika
Walikota Pasuruan Gus Ipul dan rombongan saat mengibarkan bendera. 

Suryatravel -  Pengibaran Bendera Merah Putih di tengah laut dilakukan para nelayan dan  Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul), selain untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI sekaligus melihat potensi wisata bahari di kawasan tersebut.

Pengibaran bendera yang juga diikuti Kapolres, Komandan Kodim, Wakil Wali Kota, serta pokdarwis nelayan Kota Pasuruan ini mengambil start dari Pelabuhan Rakyat Sungai Gembong, Jumat (13/8) pukul 13.30 WIB, Gus Ipul dan rombongan menuju ke tengah laut dengan mengendarai lima perahu.

Perahu lantas menuju salah satu banjang kambang, atau perahu besar penangkap ikan teri milik nelayan di tengah lautan. Di banjang kambang, rombongan lantas turun dan melakukan prosesi pengibaran bendera merah putih.

“Acara ini dalam rangka peringatan 17 Agustus sekaligus untuk melihat potensi laut Kota Pasuruan,” kata Gus Ipul usai acara.

Dalam acara ini juga dilakukan potong tumpeng serta pemberian bantuan pangan kepada para nelayan.

“Kita bersyukur menjelang 17 Agustus. Jadi kita libatkan Pokdarwis, karang taruna, dan tokoh masyarakat,” kata mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini.

Dalam perjalanan menuju lokasi pengibaran bendera, Gus Ipul juga sempat berdiskusi dengan para nelayan.

Dari hasil diskusi ini disimpulkan bahwa ada banyak potensi. Di antaranya hadirnya hiu tutul yang kerap bergerombol menampakkan diri di perairan Kota Pasuruan.

Saat berada di tengah perairan Kota Pasuruan kali ini, Gus Ipul dan rombongan juga sempat menjumpai rombongan hiu tutul berukuran besar hingga panjang sekitar 3 meter.

“Tadi kita lihat sendiri bagaimana indahnya laut Pasuruan dengan banyaknya hiu tutul,” ujar Gus Ipul.

Dari hasil diskusi dengan para nelayan, ada usulan menarik untuk membikin restoran terapung di perairan Pasuruan.

Di restoran ini nantinya akan melibatkan istri nelayan untuk memasak sehingga nelayan tidak lagi menggnandalkan menjual ikan mentah tapi juga ikan olahan.

“Nanti ada kapal wisata yang aman yang bisa keliling berputar-putar. Sekaligus ini akan menjadi menu wisata baru di kota Pasuruan,” ujarnya.

Pemerintah Kota juga akan membangun paket-paket wisata lainnya berupa festival-festival pantai, juga festival lainnya. (lih)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved