15 Koleksi Vespa Klasik Ada di Garasinya Anggota DPRD Kota Blitar Rela Keluarkan Ratusan Juta 

anggota DPRD Kota Blitar mengoleksi 15 unit vespa,semua koleksi vespa milik Ito jenis vespa klasik keluaran tahun 1950 - 1980

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/sha
Ito Tubagus Aditya bersama koleksi vespa klasik miliknya 

Suryatravel – Hobi otomotif menjadikan Ito Tubagus Aditya (46) rela mengeluarkan uang ratusan juta demi mengoleksi motor, ia memilih Motor Vespa, skuter dari Italia sebagai koleksinya.

Sekarang, pria yang juga anggota DPRD Kota Blitar dua periode ini memiliki koleksi 15 unit vespa.  Menariknya semua koleksi vespa milik Ito jenis vespa klasik keluaran tahun 1950 sampai 1980.

"Saya tergolong baru di dunia vespa, baru 10 tahunan mengoleksi vespa. Tapi sejak kecil saya suka melihat orang naik vespa," kata Ito, di rumahnya Perumahan BTN Gedog, Kota Blitar, kemarin. 

Ito tertarik mengoleksi vespa karena bodinya klasik dan cara mengendarainya beda dengan jenis sepeda motor pabrikan Jepang.

Mesin vespa juga berbeda dengan sepeda motor lain. Vespa bisa digerakkan tanpa rantai.  Mesin vespa hanya memakai gigi transmisi dan gigi primer sekunder sudah bisa digerakkan. 

"Sejak berniat mengoleksi vespa, saya belajar tentang vespa dari bermacam buku. Soal nomor rangka, nomor mesin, tipe vespa, semua pelajari agar bisa mengoleksi vespa secara benar," ujar ketua DPC Demokrat Kota Blitar itu. 

Ito juga berburu vespa ke sesama kolektor di sejumlah kota di Indonesia.  Mulai dari Jakarta, Semarang, Surabaya, bahkan sampai Makassar. 

Harga beli koleksi vespa klasik miliknya bervariasi mulai Rp 25 juta sampai Rp 155 juta. 

"Dulu vespa kurang dilirik orang. Tapi, hari ini, banyak masyarakat gandrung dengan vespa. Harga vespa klasik jadi lebih mahal," ujar pria yang juga gemar mengoleksi keris itu. 

Jenis koleksi vespa klasik milik Ito, antara lain Vespa PTS, Vespa Spesial 90, Vespa Darling, Vespa Kongo, dan Vespa Sprint. 

Ito juga punya koleksi Vespa VB1T keluaran 1957 yang dibeli dengan harga Rp 155 juta.  "Sekarang harga Vespa VB1T di kolektor sekitar Rp 200 juta," katanya. 

Dari sejumlah koleksi vespa miliknya, Ito paling suka dengan vespa tipe small frame seperti PTS. 

Menurutnya, ukuran bodi Vespa PTS yang kecil membuat tampilannya lebih unik. Vespa PTS juga lebih lincah untuk dikendarai di perkotaan. 

Wajar saja, dari jumlah total 15 unit vespa koleksinya, paling banyak jenis Vespa PTS. 

"Koleksi Vespa PTS saya ada delapan unit. Pertama kali punya vespa ya jenis PTS. Dulu beli harganya Rp 8 juta. Sekarang harga Vespa PTS di kolektor sekitar Rp 20 juta sampai Rp 50 juta. Tergantung kondisi barang," ujarnya. 

Selain menjadi hobi, bagi Ito mengoleksi vespa klasik sama seperti investasi jangka panjang. 

Sebab, semakin lama, vespa menjadi harta karun yang memiliki nilai jual tinggi. 

"Makanya, saya kurang suka beli vespa jenis matic yang baru. Karena harga jualnya justru turun. Kalau vespa klasik semakin lama harga jualnya malah naik," katanya. 

Selain vespa, Ito juga mengoleksi beberapa sepeda motor klasik lain seperti Honda Monkey tipe Z 50 dan Z 50 J serta Honda Pispot. (sha) 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved