Kayu Bakar Dan Kuali Tanah Liat Bikin Cita Rasa Soto Daging Bok Ireng Melegenda

Masak dengan perapian kayu bakar dan kuali tanah sebagai tempat memasaknya masih dipertahankan Soto Daging Bok Ireng.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/wiwit purwanto
Seporsi Soto daging Bok Ireng Blitar bikin kangen untuk datang kembali 

Suryatravel - Sebuah kuliner yang banyak menjadi jujugan pastinya kuliner itu memiliki kekhasan rasa yang tidak ada di tempat lain.

Cita rasa ini yang ada di Soto Daging Bok Ireng, yang sudah dipertahankan turun temurun.

Masak dengan perapian kayu bakar dan kuali tanah sebagai tempat memasaknya masih dipertahankan Soto Daging Bok Ireng.

Warung soto daging Bok Ireng ini terletak di Jalan Kelud, tepat di Pojok lampu merah Timur Alun Alun kota Blitar.

Seporsi soto daging disajikan dalam mangkuk kecil dengan kuah yang panas karena dimasak dan  dipanaskan terus menerus dalam kuali tanah liat dengan perapian kayu bakar.

“Dari dulu memang seperti ini,” ujar Kayatin, generasi kedua dari Soto Daging Bok Ireng.

Proses masak yang dipertahankan Soto Daging Bok Ireng ini menambah citarasa tersendiri dari kuah soto yang disajikan. 

Kayatin menjelaskan, ramuan bumbu lengkap, seperti bumbu mpon mpon di tambah kecambah kecil, bawang goreng, garam kecap dan sambal menjadikan siapa saja yang pernah mencicipi kuliner ini kangen untuk datang kembali.

Meski disajikan dalam mangkok kecil namun seporsi Soto Daging ini cukup membuat  kenyang perut.

Nah penasaran dengan cita rasa Soto Bok Ireng, jika berada di Kota Blitar tidak ada salahnya untuk menyempatkan waktu mampir ke warung ini. iit/sha

Kenapa dinamakan Soto Daging Bok Ireng, sempat menjadi pertanyaan beberapa penikmat kuliner satu ini.

“Karena di sebelah belakang warung ini ada jembatan dengan pagar pembatas warna Ireng (hitam),” jelas Kayatin.

Dengan sebutan itulah menjadikan warung Soto Daging ini mudah untuk diingat.

Soto bok Ireng Blitar jujugan pecinta kuliner
Soto bok Ireng Blitar jujugan pecinta kuliner (Suryatravel/Wiwit purwanto)

Warung soto daging ini sudah turun temurun, pada awalnya Nursamun untuk dan Sarbati orang tua Kayatin yang membuka warung ini pada Tahun 1964.

Kayatin sendiri sudah 33 tahun meneruskan warung ini, ia tidak membuka cabang di tempat lain karena untuk melayani pelanggannya saat ini sudah kewalahan.

“Tidak menerima pesanan karena memang sudah kewalahan disini, jadi tidak bisa memenuhi,” katanya.

Soto Bok Ireng ini buka sejak pukul 07.00  dan habis tidak habis pukul 15.00 sudah tutup. Tidak pernah tutup kecuali 1 hari saat lebaran.

Sejumlah artis ibukota juga kerap mampir ke warung ini, tapi Kayatin mengaku tidak tahu siapa saja mereka yang datang. 

Kecuali artis  Hengky Kurniawan yang memang rumahnya tidak jauh dari warung ini.  “ Kalau makan ndelik (sembunyi) di pojokan sana,” tukasnya. 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved