Pemkot Batu Wadul Ke Kemenparekraf Sandiaga Minta Keringanan Pajak Tempat Wisata

Pemkot Batu meminta Kementerian Pariwisata untuk memberikan keringanan berupa insentif kepada pelaku tempat wisata di Kota

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/Istimewa
Menparekraf Sandiaga Uno didampingi Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengunjungi Batu Love Garden (Baloga) beberapa waktu lalu. 

Suryatravel – Hingga pekan ketiga Agustus 2021, semua tempat wisata di Kota Batu masih  tutup. Kebijakan penutupan itu berkaitan dengan  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang berlaku di Malang Raya.

Karena itu Pemkot Batu meminta Kementerian Pariwisata untuk memberikan keringanan berupa insentif kepada pelaku tempat wisata di Kota Batu.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengaku telah membicarakan hal itu kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat politisi Gerindra tersebut berkunjung ke Kota Batu.

“Kami sudah mencoba berkomunikasi, ketika itu boleh, kami bersurat agar pelaku usaha diberi keringanan. Apakah pembayaran pajak yang diundur sampai kondisi normal, ataukah ada pemotongan pajak. Kami mencoba meminta fasilitas, dulu restoran dan hotel ada pemberian insentif, tapi tempat wisata kan belum. Kami sudah mohonkan ke Menteri Pariwisata. Saya sudah sampaikan ke Pak Sandiaga Uno,” kata Dewanti.

Sejak tempat wisata tutup, para pelaku usaha pariwisata tidak mendapatkan pemasukan sama sekali.

Humas Jatim Park Group (JTP), Titik S Ariyanto menerangkan, jika kondisi terus memburuk hingga akhir tahun, tidak menutup kemungkinan adanya penutupan permanen tempat wisata di bawah JTP Group. Ada 15 tujuan wisata yang berada dalam manajemen JTP Group saat ini.

“Jika kondisi terus memburuk hingga akhir tahun, tidak menutup kemungkinan akan ada tempat wisata yang kami tutup,” ujar Titik.

Baca juga: 15 Tempat Wisata Jatim Park Grup Terapkan Aturan Ketat Karyawan Selama PPKM Level 4

JTP Group banyak menelan kerugian. Ongkos operasional yang begitu besar tidak berimbang dengan jumlah pemasukan yang diterima.

Pantauan Surya di beberapa tempat tujuan wisata milik JTP Group, tidak ada sama sekali pengunjung yang datang.

Kendaraan yang biasanya banyak diparkir juga tidak terlihat. Di Museum Bagong, JTP 1, hanya terlihat sejumlah karyawan yang beraktivitas secara terbatas. Manajemen hanya mempekerjakan mereka selama 5 jam saja.

Pemkot Batu memberikan kelonggaran pembayaran pajak untuk pelaku usaha pariwisata hingga September 2021.

Kepala Bapenda Kota Batu Dyah Ayu Kusuma Dewi mengatakan hal tersebut untuk membantu meringankan beban para pelaku usaha, terlebih di bidang pariwisata yang terdampak parah akibat pandemi Covid-19.

“Ada kelonggaran pembayaran pajak dan pembebasan denda untuk semua pajak seperti resto, hotel, hiburan, air tanah sampai September 2021. Kalau pokok pajak sudah konsultasi ke BPK dan perpajakan masih belum bisa dilakukan sambil menunggu aturan yang baru,” kata Diah.

Pelonggaran itu mengacu pada UU No 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

“Kami tidak memiliki kewenangan mengubah pokok pajak sehingga hanya bisa memberikan kelonggaran,” paparnya.

Pembayaran pajak oleh pelaku usaha paling lambat tanggal 15 pada bulan berikutnya. Dengan adanya pelonggaran tersebut, maka pembayaran bisa dilakukan pada September nanti. Namun kebijakan tersebut bisa sewaktu-waktu berubah jika terdapat aturan baru yang memperbolehkan pemotongan pajak.

Direktur Lippo Plaza Batu, Suwanto mengatakan pihaknya masih membayar penuh kewajiban pajak. Dalam sebulan, ada ratusan juta Rupiah yang ia bayarkan ke Pemkot Batu.

“Kami masih tetap bayar pajak penuh sampai saat ini. Bahkan sejak 2020, kami masih bayar penuh. Semoga ada kebijakan. Kalau kami bayar pajak bisa sampai ratusan juta, belum lagi pajak parkir dan reklame,” terangnya.

Kerugian yang ditaksir akibat tidak beroperasinya mall mencapai ratusan miliar Rupiah. Suwanto yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia DPC Malang Raya mengatakan telah mengirim surat kepada pemerintah daerah di Malang Raya agar memberikan solusi terhadap kondisi sulit yang saat ini mereka hadapi. (Benni Indo)

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved