Olahan Tanaman Kecombrang Pindang Buntut dan Ayam Lodho Lezat Plus Menyenangkan

Beragam menu masakan pun diolah dengan menggunakan Kecombrang sebagai salah satu rempah yang akan menjadikan taste masakan makin lezat

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/Sugiharto
Pindang Buntut Palembang dan Ayam Lodho menggunakan Kecombrang sebagai salah satu rempah masakan 

Suryatravel - Tanaman Kecombrang (Etlingera Elatior) adalah tumbuhan khas Indonesia yang dikenal kaya manfaat sebagai rempah masakan.

Beragam menu masakan pun diolah dengan menggunakan Kecombrang sebagai salah satu rempah yang akan menjadikan taste masakan ini semakin lezat dan tentunya memiliki kekhasan tersendiri.

Seperti yang disajikan dalam kuliner nusantara dalam masakan khas Palembang yakni Pindang Buntut Kecombrang dan kuliner khas Tulungagung yakni  Ayam Lodho Kecombrang.

Dua dari beragam menu ini menggunakan Kecombrang sebagai salah satu rempah masakan yang tidak hanya membuat lezat makanan tapi juga kaya dengan kandungan zat penting bagi tubuh didalamnya.  

Salah satunya sebagai antioksidan, untuk pencegahan dan pengobatan penyakit degeneratif, kanker, penuaan dini, dan gangguan sistem imunitas tubuh.

Tanaman Kecombrang, bagian tangkai, kuntum dan buah (Honje)
Tanaman Kecombrang, bagian tangkai, kuntum dan buah (Honje) (suryatravel/Sugiharto)

“Ratusan menu bisa dibuat lebih lezat dengan Kecombrang, dan Kecombrang ini menyelaraskan rasa,” kata Syanei Oktavianly owner Dapoer Kecombrang Surabaya.

Seperti sajian yang dihidangkan yakni Pindang Buntut Kecombrang, kuliner khas Palembang ini diracik sendiri oleh Syanei bersama suaminya Sutjipto Widarto, menjadi menu yang khas di Dapoer Kecombrang.

Isian dari Pindang Buntut ini sama yakni buntut sapi dan daging yang potongan kecil kecil. Hanya saja ia memberi tambahan Kecombrang sebagai rempah di masakan ini. “Rasa dan aroma rempahnya lebih terasa, dan tentunya lebih  lezat,” kata Syanei.

Masakan lainnya yang disajikan adalah Ayam Lodho Kecombrang, kuliner khas daerah Tulungagung Trenggalek ini lebih terasa rempahnya dari daun kecombrang yang diiris kecil kecil sementara bagian tangkainya juga disertakan setelah digeprek lebih dulu.

Menu nusantara lainnya yang siap disajikan ada Gulai Ikan Kakap , Ikan Kerapu dan Cumi, ada pula Ayam Jengkol Kecombrang. Semua menu ini dibuat sendiri oleh Syanei dan suaminya Sutjito Widarto.

“Kami mencoba dan terus mencoba hingga mendapatkan rasa yang khas dan bisa diterima oleh semua pelanggan,” tukasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved