Budayawan  Sebut Trenggalek Sudah Terbentuk Sejak Zaman Prasejarah Ini Faktanya

Keberlangsungan Trenggalek pada masa prasejarah,bisa dibuktikan dengan banyaknya bangunan megalitik yang berada di beberapa lokasi pesisir Trenggalek

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/aflahulabidin
Kawasan Ngerit Stone Park yang kini jadi salah satu jujugan wisata di Trenggalek 

Suryatravel  – Budayawan asal Trenggalek Harmaji menjelaskan, daerah yang saat ini disebut sebagai Kabupaten Trenggalek telah terbentuk sejak sejak zaman dulu. Termasuk zaman prasejarah.

Keberlangsungan Trenggalek pada masa prasejarah, kata Harmaji, bisa dibuktikan dengan banyaknya bangunan megalitik yang berada di beberapa lokasi pesisir dan pegunungan bagian selatan di Trenggalek.

“Seperti kita tahu bahwa bagian selatan adalah dataran tertua yang ada di Pulau Jawa,” kata Harmaji, dalam webinar nasional memperingati HUT Trenggalek Ke-827, Jumat (3/9/2021).

Sementara pada zaman sejarah, kehidupan di Trenggalek bisa ditilik dari Prasasti Kampak yang pernah ditemukan di Sumber Ngudalan, Kecamatan Kampak. Juga Prasasti Kamulan di Desa Kamulan yang dijadikan salah satu patokan usia Trenggalek.

“Mengapa Hari Jadi Trenggalek ditandai dari Prasasti Kamulan? Karena ada beberapa hal yang mendasari struktur pemerintahan yang paling kecil (ada di sana),” sambung dia.

Menurut dia, Kamulan pada masanya adalah bagian dari daerah metropolis. Ada kawasan pemukiman besar di sana yang bisa ditunjukkan melalui berbagai macam artefak.

Sejarah Trenggalek lainnya dapat juga dilihat pada masa Kerajaan Mataraman. Beberapa saat setelah Perjanjian Giyanti 1955, wilayah Kabupaten Trenggalek seperti bentuknya saat ini terbagi menjadi dua wilayah.

Wilayah Panggul dan Munjungan masuk dalam wilayah Kasultanan Yogyakarta. Sementara sisanya masuk wilayah Kasunanan Surakarta.

“Budaya yang merekat pada masa lalu tu menjadi perpaduan yang sangat luar biasa. Pada saat itu, orang Trenggalek pun sudah memilih antara kami ada di sini (wilayah Kasultanan Yogyakarta) dan di sana (Kasunanan Surakarta),” sambung dia.

Pada masa itu juga, wilayah Kecamatan Panggul disebut sebagai wilayah yang cukup maju secara industri. Ada beberapa macam tempat usaha dan pabrik di kawasan tersebut.

“Sehingga kalau kami melihat peta (zaman) Belanda masa itu, kami melihat ada semacam pelabuhan bongkar muat barang yang ada di Kecamatan Panggul,” ujarnya. (fla)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved