Kisah Cak Man Rintis Usaha Bakso Kota, Dari Jualan Keliling Kini Ada Sekitar 1.000 Karyawan

Cak Mas Owner bakso kota Sukses menjadi juragan bakso, sanggup membeli motor dan membayar kontrak  rumah untuk keluarga adalah cita-citanya.

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ istimewa
Bakso Kota di outlet Malang 

Suryatravel - Abdul Rachman Tukiman alis Cak Man mengisahkan perjuangannya merintis usaha bakso kota saat Webinar HUT ke 872 tahun Kabupaten Trenggalek oleh Tribun Jatim Network.

Cak Man mengaku memulai usahanya saat merantau ke Kota Malang, Jawa Timur.

“Saya anak petani miskin, lulusan SD. Saya menggeluti bakso tahun 1980 saat merantau ke Malang bekerja sebagai pembantu juragan bakso,” kata pria kelahiran Desa Sumurup, Kabupaten Trenggalek, Senin (06/9/2021).

Ia mengaku saat itu bertekad menjadi seperti juragan bakso tempatnya bekerja.

Sukses menjadi juragan bakso, sanggup membeli motor dan membayar kontrak  rumah untuk keluarga adalah cita-citanya.

“Saya berjualan, insyaAllah saya bisa mandiri akhirnya Alhamdulillah saya bisa berkembang dari berjualan sendiri kemudian mempekerjakan karyawan,” tuturnya.

Ada 8 outlet di Malang dan 100 outlet tersebar di Indonesia yang dikelola Cak Man.

Usaha waralaba ini memang terkenal sebagai salah satu bakso terenak, terutama di Kota Malang sebagai lokasi rintisan Cak Man. 

Namun dalam membangun usahanya, Cak Man mengaku mengalami jatuh bangun.

Semula Cak Man memikul dagangannya keliling kota. Pernah jatuh tersungkur, tidak mendapat uang berjualan, diusir dari lapak kaki lima adalah momen yang pernah Cak Man alami.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved