Konektivitas Trenggalek – Jogja  Bisa Jadikan Trenggalek Sebagai Little Jogja

Pemkab Trenggalek merencanakan pembangunan kawasan Panggul sebagai “Little Jogja”. Konsep ini dipakai sebagai promosi wisata sejarah dan budaya

Editor: Wiwit Purwanto
surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin
Bangunan Bekas Kawedanan Panggul di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek yang diusulkan menjadi situs cagar budaya pertama di Trenggalek. 

Suryatravel – Konektivitas antara Trenggalek dan DI Yogyakarta  bisa didorong menjadi modal menumbuhkan sektor kepariwisataan baru di Trenggalek.

Adanya Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan antara lain Trenggalek dan Yogyakarta menjadi infrastruktur penunjang utama.

Selain juga keterkaitan sejarah antara Trenggalek dan Yogyakarta. Seperti diketahui, sebagian wilayah di Kabupaten Trenggalek, yakni Kecamatan Panggul dan Munjungan merupakan daerah yang masuk dalam wilayah Kasultanan Yogyakarta di masa lampau.

“(Akan disayangkan) kalau tidak ada aktivitas kerja sama, ekonomi, dan kepariwisataan. Apalagi kita punya keterkaitan sejarah. Jangan sampai pembangunan yang ada tidak mengungkit ekonomi,” kata Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, dalam webinar nasional memperingati HUT Trenggalek Ke-827, pekan lalu.

Karena itu Pemkab Trenggalek merencanakan pembangunan kawasan Panggul sebagai “Little Jogja”. Konsep ini dipakai sebagai promosi wisata sejarah dan budaya.

Selain itu, Kabupaten Trenggalek juga sedang mendorong munculnya 35 desa wisata baru saban tahun hingga 3 tahun mendatang.

Desa wisata juga diharapkan menjadi promosi kepariwisataan unggulan yang aman dikunjungi ketika pandemi Covid-19 mulai mereda.

“Wisata yang aman covid kan harus yang nature. Yang itu adanya di desa wisata,” sambung Bupati.

Maka dari itu, ia berharap rancangan kepariwisataan itu akan didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu menambahkan, beberapa proyek infrastruktur strategis nasional juga akan turut membantu Trenggalek menjadi daerah tujuan wisata baru di Jatim.

Sebut saja di antaranya, pembangunan bandara internasional Kediri dan tol penyambung Kediri-Tulungagung.

“Jadi harus dimulai dari sekarang. Sehingga benar-benar desa wisata bisa jadi salah satu tumpuan (pengungkit ekonomi pascapandemi),” pungkasnya. (fla)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved