Surabaya Belum Buka Tempat Wisata, Tunggu Pemerintah Pusat dan Masukan Pakar

PPKM level 3 surabaya menutup sementara fasilitas umum. Seperti halnya area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lainnya

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/fikri firmansyah
Wisata Mangrove Surabaya masih tutup 

Suryatravel – Destinasi wisata di Surabaya hingga saat ini masih tutup, meski  kasus Covid-19 telah menunjukkan penurunan selama Agustus.

Pemkot Surabaya saat ini berpegang pada Inmendagri Nomor 39 Tahun 2021. Diteken oleh Mendagri Tito Karnavian di Jakarta pada Senin (6/9/2021), regulasi ini berisi tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. 

Surabaya yang kini masuk PPKM level 3 masih diharuskan untuk menutup sementara fasilitas umum. Seperti halnya area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lainnya 

Kendati demikian, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan melakukan uji coba pembukaan kembali sejumlah tempat wisata yang ditentukan. 

"Kalau di Surabaya, level 3 ada beberapa tempat wisata yang diujicobakan," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Rabu (8/9/2021). 

Pemkot saat ini tengah menunggu daftar tempat wisata yang boleh dibuka dalam tahap ujicoba. Nantinya, hal ini akan diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). 

Untuk teknis pembukaan, Pemkot juga akan meminta masukan dari pakar dan pertimbangan jajaran forkopimda. Harapannya, pengunjung maupun pengelola bisa sama-sama mengantisipasi kluster. 

"Kami masih meminta pendapat pakar epidemiologi secara pentahelix. Termasuk, jajaran forkopimda lainnya yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Pemkot Surabaya," tegasnya. 

Surabaya memiliki sejumlah tempat wisata yang tutup sejak PPKM darurat awal Juli lalu. Misalnya, sejumlah Taman Hutan Rakyat (Tahura) dan Kebun Raya Mangrove (KRM) yang mencapai 12 tempat. 

Apabila ini masuk dalam daftar yang diujicobakan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya pun memastikan kesiapannya. Sejumlah regulasi turunan hingga fasilitas penunjang disiapkan. 

"Prinsipnya, kami siap. Termasuk, menjalankan prokes sesuai dengan yang disyaratkan," kata Kepala DKPP Surabaya Yuniarto Herlambang dikonfirmasi terpisah. 

Misalnya, dengan membatasi jumlah pengunjung yang diperbolehkan masuk. Sebelum PPKM diberlakukan, pengunjung tahura hanya 50 persen atau setara 300 orang. 

"Pada saat pembukaan nanti, kemungkinan jumlah akan lebih kecil. Misalnya, 200 orang. Sekalipun kami masih menunggu regulasi resminya," katanya. 

Satgas juga akan diterjunkan. Mereka akan mengawasi pengunjung untuk konsisten menjalankan protokol kesehatan. 

Herlambang mengakui, selama penutupan banyak warga yang terdampak. Bukan hanya pengunjung yang kecewa, namun juga sentra kuliner di masing-masing tempat yang tidak bisa berjualan. 

"Padahal, pedagang makanan sebenarnya boleh buka selama PPKM. Namun, karena tahuranya tutup, ya sentra ikut tutup," katanya. (bob) 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved