Kemenparekraf Catat 4 Destinasi Wisata Di Jawa Timur Ynag Akan Di Uji Coba Buka

Sejumlah tempat wisata yang berada di PPKM Level 3 bisa dibuka kembali dengan satu syarat masuk dalam daftar yang sudah ditentukan oleh Kemenparekraf

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
surabaya.tribunnews.com/benni indo
Taman rekreasi Selecta 

Suryatravel - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengusulkan 4 tempat wisata di Jawa Timur dibuka kembali melalui tahap uji coba.

Melansir keterangan pers dari Kemenparekraf tahap uji coba ini berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021.

Adapun, Inmendagri Nomor 39 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Aturan ini menyatakan, sejumlah tempat wisata yang berada pada daerah PPKM Level 3 bisa dibuka kembali dengan satu syarat masuk dalam daftar yang sudah ditentukan oleh Kemenparekraf.

Untuk Jawa Timur sendiri, ada empat tempat wisata yang masuk dalam daftar tersebut yaitu, Taman Rekreasi Selecta,  Jatim Park 2,  Maharani Zoo dan Gua Malang Night Paradise ( Museum Ganesya).

Sebagai informasi, Malang Night Paradise dan Museum Ganesya merupakan dua tempat wisata yang dikelola oleh Hawai Group Malang.

Menurut keterangan resmi dalam situs Malang Night Paradise, dua tempat wisata lain dari grup tersebut yakni Hawai Waterpark Malang dan Malang Smart Arena masih belum masuk dalam daftar Kemenparekraf

Tempat wisata yang direkomendasikan untuk dibuka kembali selama tahap percobaan dinilai sudah kriteria tertentu yang ditetapkan Kemenparekraf, Kemenko Marves, dan asosiasi terkait.

Kriteria lainnya adalah pengelola tempat wisata setuju untuk mematuhi syarat bahwa mereka akan membatasi usia wisatawan hanya untuk mereka yang di atas 12 tahun.

Kemudian, wahana air yang ada di tempat wisata yang dilakukan uji coba pembukaan juga tidak dibuka lantaran belum diizinkan. Misalnya adalah Hawai Waterpark Malang dari Hawai Group Malang.

Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf Anggara Hayun Anujuprana menambahkan, pengelola juga harus dapat menentukan titik krisis atau pelanggaran protokol kesehatan untuk melaksanakan rekayasa administrasi dan teknis.

“Juga memiliki mekanisme pengawasan evaluasi, dan pelaporan. Bagaimana kita melakukan pengawasan dapat dilakukan setiap hari terhadap tempat wisata yang diuji coba tersebut,” ujar dia.

Meski masuk dalam daftar dari Kemenparekraf, perlu dicatat bahwa tempat wisata yang telah disebutkan masih berupa usulan untuk dibuka kembali saat tahap uji coba. Selain itu, ada juga kemungkinan Kemenparekraf beserta pihak terkait lainnya akan mengubah daftar tempat wisata tersebut.

 


 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved