Oleh oleh Khas Tuban Minuman Legen. Awas Jangan Keliru Tuak, Begini Membedakannya

hati hati agar tidak salah dalam memilih minuman hasil tetesan getah pohon bogor atau nira ini, karena legen  juga bisa diolah menjadi minuman tuak

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/M Sudarsono
Minuman Legen salah satu oleh oleh khas dari Kota Tuban 

Suryatravel – Daerah Tuban sudah lama sebagai salah satu daerah penghasil  minuman khas Legen.

Di sepanjang jalan raya Tuban banyak sekali penjaja minuman Legen ini, Minuman itu sudah ditempatkan di botol atau jerigen plasrik sebagai oleh oleh, Begitu pun di tempat wisata minuman Legen ini selalu ada.

Tapi perlu hati hati agar tidak salah dalam memilih minuman hasil tetesan getah pohon bogor atau nira ini, karena legen  juga bisa diolah menjadi minuman tuak yang bisa memabukkan.

Lantas bagaimana cara membedakan mana legen dan mana tuak?

Menurut Darsilan (45), petani penderas pohon nira mengatakan, kalau legen dua kali turun dalam sehari.

Misal pagi sudah menyiapkan tadah untuk getah nira di atas pohon, maka sore baru bisa diambil. Begitupun sebaliknya.

"Kalau minuman legen dua kali petik, menyiapkan pagi bisa diambil sore, sore bisa diambil pagi. Itu untuk legen, itu murni tanpa campuran," jelasnya.

Penderas asal Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding itu menjelaskan, jika tuak bisa dikasih babakan (campuran, red) sebelum dipetik, yang bisa memabukkan.

Tuak hanya bisa dipetik dalam sehari, berbeda dengan legen.

Oleh karena itu, masyarakat perlu mengetahui perbedaan antara legen dan tuak.

Jangan sampai masyarakat tidak mengetahui perbedaan kedua jenis minuman tersebut, meski berasal dari pohon yang sama.

"Masyarakat harus tahu bedanya legen dengan tuak, jangan sampai menganggap keduanya sama," pungkasnya.(nok)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved