Sandiaga Uno Tunjuk Surabaya Jadi Pilot Project Wisata Medis Susul Jakarta Dan Medan

Kemenparekraf menunjuk Surabaya sebagai pilot project wisata medis, bersama Jakarta dan Medan

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ sugiharto
Alun alun Kota Surabaya menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Surabaya 

Suryatravel - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menunjuk Surabaya sebagai pilot project wisata medis, bersama Jakarta dan Medan akan jadi percontohan dalam pelaksanaan wisata medis. 

Wisata Medis merupakan perjalanan untuk memperoleh layanan kesehatan. Misalnya, untuk pemeriksaan, tindakan medis, dan/atau pemeriksaan kesehatan lainnya di rumah sakit, baik di dalam maupun luar negeri. 

"Kami baru menetapkan tiga kota sebagai pilot project untuk wisata medis. Di tengah pandemi ini merupakan waktu yang tepat untuk menata ulang,” kata Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di Surabaya.

Melalui wisata medis, pemerintah mendorong pelayanan industri medis di Indonesia. Terutama di Kota Surabaya. Sehingga, masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan layanan kesehatan di dalam negeri.

Dampaknya, akan sekaligus mendongkrak pendapatan daerah dari sektor wisata. 

"Tidak perlu lagi ke luar negeri. Sehingga, sekitar $11 miliar yang sebelumnya dibelanjakan oleh wisatawan Indonesia saat berwisata medis di luar negeri bisa di-capture (diserap) oleh Surabaya,” jelasnya. 

Pemerintah juga berencana membentuk Indonesia Health Tourism Board (IHTB) untuk mengembangkan sektor wisata medis.

Ini berada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

"Kami memastikan bahwa layanan kesehatan terbaik bisa dihadirkan di Surabaya, Jakarta, dan Medan. Harapannya nanti akan diikuti oleh kota kota lain sehingga potensi wisata medis ini bisa kita kembangkan,” pungkasnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan siap mendukung rencana pemerintah pusat tersebut. Pemkot Surabaya juga mengoordinasi para rektor dan Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi). 

Dalam waktu dekat, pihaknya segera meluncurkan kegiatan ini. “Jadi, kami akan melaunching industri kesehatan di Kota Surabaya pada 27 September 2021,” kata Cak Eri.

Ia meyakini Surabaya bisa menyerap wisatawan yang sebelumnya banyak ke luar negeri, memilih layanan kesehatan di dalam negeri. Terutama memilih layanan kesehatan di Kota Surabaya.

Mengingat, Surabaya memiliki banyak fasilitas kesehatan bertaraf internasional. Juga para spesialis di berbagai penyakit. 

“Semua tahapan-tahapannya sudah kita lakukan, tinggal kita menerapkan 3G yang disebut Pak Menparekraf Sandiaga tadi, yaitu gercep, geber, gas pol,” ujarnya.

Diketahui, beberapa tahun terakhir, negara di Asia seperti Thailand, Singapura, India, Malaysia, dan Korea Selatan sedang mengembangkan wisata medis. Pada 2016, Thailand mencatatkan jumlah wisatawan medis mencapai 2,29 juta orang dengan nilai pasar mencapai 6,9 miliar dollar. (bob) 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved