Wastra Nusantara Bikin Busana Cheongsam  Lebih Ciamik

momen yang ditunggu bagi sebagian kalangan, termasuk para desainer yang selalu menyiapkan koleksi terbarunya dalam menyambut chinese new year.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ ahmad zaimul haq
Busana cheongsam dari desainer Stephanie Zang padukan unsur etnik dan china 

Suryatravel –Momen Chinese New Year  selalu identik dengan baju baru atau dalam istilah china adalah baju Cheongsam. Momen ini  menjadi salah satu momen yang ditunggu bagi sebagian kalangan, termasuk para desainer yang selalu menyiapkan koleksi terbarunya dalam menyambut chinese new year.

Tak ketinggalan desainer Stephanie Zang yang sudah menyiapkan sejumlah koleksinya khusus untuk momen ini.

Busana cheongsam sendiri adalah  busana tradisional khas Tionghoa yang umum digunakan saat perayaan Imlek.  Secara lazim, busana tradisional ini menggunakan krah shanghai dan belahan pinggir yang panjang.

Pada koleksi kali ini busana cheongsam yang ditampilkan Stephanie sedikit istimewa karena ia menggunakan kain tradisional tenun Sumba sebagai bahan busana Cheongsam.

“Kain tenun ini berasal dari pedalaman Sumba,Nusa Tenggara Barat yang dibuat secara hand made,” kata Stephanie, Senin (20/9/2021).

Ia bersama Jennifer terlihat cantik dan anggun saat menjadi model mengenakan busana Cheongsam, balutan kain tenun Sumba dengan pilihan warna yang pas tampak kental dengan suasana perayaan Chinese New Year.

Agar terkesan moderen ia lalu memadukan atasan itu dengan model cutting kekinian.

" Ini pada bagian krah model cheong sam agar terkesan tradisional, selebihnya, lembaran kain tenun Sumba ini dibuat model two piece dan outer agar tidak lagi terkesan jadul,” ujarnya.

Pada awalnya, Stephanie tidak yakin jika tenun Sumba ini bakal menjadi busana Cheongsam yang ia inginkan.

Namun setelah dibentuk dengan tambahan ciri khas krah shanghai dan tetap mengusung kain khas Sumba ini sebagai wastra nusantara, maka jadilah busana Cheongsam ini.

“Ternyata semua unsur sebagai busana Cheongsam ini bisa masuk, ada warna merah ada krah shanghai dan yang ta kalah penting tetap mengusung wastra nusantara,” tandasnya.

Selain warna merah Stephanie juga suka memilih warna putih dan hijau sebagai salah satu koleksi baju Cheongsam.

Baginya mengusung warna merah adalah hal yang sakral dalam setiap merayakan momen chinese new year. Selain itu warna merah adalah warna favorit orang Tionghoa karena dianggap membawa kebahagiaan, kemakmuran, dan hal-hal positif lainnya.

"Sebenarnya sih nggak harus warna merah, ini ada warna putih dan hijau, tapi untuk momen ini warna merah ini selalu identik dengan Chinese new year,” lanjutnya.

Kombinasi warna putih dan hijau pada baju yang dikenakan Jennifer memberikan kesan sederhana tapi elegan.

"Dengan cutting sederhana, seperti tetap memberikan warna baju cheong sam di bagian atas, " jelasnya.

Yang pasti kata Stephanie semua warna yang ia pilih di koleksi ini unsur sebagai  busana Cheongsam sudah  masuk semua. “Seperti kain tenum Sumba ini ada unsur warna merahnya, selain  warna hijau dan putih di koleaksi satunya,” tegasnya.

Busana Cheongsam ini pun cocok dikenakan oleh wanita di semua jenjang usia. Untuk remaja cocok, untuk ibu ibu muda dan wanita usia 50 tahuan juga elegan.

“Baju Cheongsam ini sengaja dengan model lurus memanjang sehingga pas bila dikenakan oleh ibu ibu yang berusia 50 tahunan seperti koleksi baju yang warna putih hijau,” tutupnya. 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved