Desa Wisata Di Batu Bersiap Menerima Kunjungan Wisatawan

desa wisata di Batu, bersiap menerima kunjungan wisatawan. Salah satunya adalah Desa Tulungrejo,  telah menyiapkan segala fasilitas penunjang prokes

Editor: Wiwit Purwanto
suryamalang/benni indo
Wisatawan berkunjung ke lokasi pertanian hortikultura di Kota Batu yang memiliki pemandangan indah. 

Suryatravel -  Sejumlah desa wisata di Batu, bersiap menerima kunjungan wisatawan. Salah satunya adalah Desa Tulungrejo,  telah menyiapkan segala fasilitas penunjang protokol kesehatan di tujuan wisata.

Sebagai salah satu desa tujuan wisata, Tulungrejo merupakan tempat yang cukup banyak dikunjungi wisatawan. Pasalnya, Desa Tulungrejo masih didominasi bentang alam terbuka. 

Selain itu, juga ada tempat wisata legendaris yakni Selecta. Kepala Desa Tulungrejo, Suliono menjelaskan, fasilitas penunjang itu antara lain tempat cuci tangan, thermal gun, aplikasi PeduliLindungi termasuk titik-titik pembatasan jarak. 

"Kami menawarkan wisata luar ruangan. Dengan pemandangan yang indah, maka wisatawan akan senang. Bisa meningkatkan imun tubuh," ujar Suliono, Sabtu (25/9/2021).

Wisatawan dari luar kota, terutama Surabaya banyak yang datang ke Tulungrejo. Di Tulungrejo, wisata alam atau luar ruangan itu salah satunya seperti Coban Talun, petik apel, lokasi lahan pertanian hortikultura termasuk kafe-kafe. 

Dikatakan Suliono, kondisi perekonomian sempat menurun akibat pembatasan selama PPKM Darurat. Mendapatkan kesempatan untuk buka lagi, Pemdes Tulungrejo begitu optimis dapat menggerakan kembali roda perekonomian. 

Ia juga meminta para wisatawan yang akan datang untuk memastikan kondisinya benar-benar sehat. Selain itu, wisatawan diminta benar-benar patuh terhadap protokol kesehatan.

Sementara itu Kepala Desa Punten, Hening Trisunu juga meminta agar wisatawan patuh protokol kesehatan.

Capaian keberhasilan atas dibukanya kembali tujun wisata di desa-deaa adalah tidak adanya penularan di tempat wisata. 

"Saya berharap wisatawan yang berangkat ke sini sehat, pulang juga sehat. Patuhi protokol kesehatan," katanya. 

Salah satu tujuan wisata di Desa Punten adalah sebuah kafe yang berada di pucuk bukit. Dari kafe itu, pengunjung bisa melihat pemandangan Kota Malang dan Kota Batu. 

"Kami buka tempat wisata demgan sejumlah fasilitas penunjang protokol kesehatan," paparnya.

Pemdes Punten belum memiliki catatan resmi dan pasti perpurtaran uang terhadap potensi wisata di desanya. Hening mengatakan bahwa laporan keuangan masih dikelola oleh pelaku industri pariwisata sendiri.

Lima desa wisata di Kota Batu tengah disiapkan untuk beroperasi menerima wisatawan. Lima desa wisata tersebut adalah Desa Wisata Tulungrejo, Pendem, Punten, Sumberejo dan Oro-Oro Ombo.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, Pemkot Batu membantu untuk melengkapi sarana penunjang ketika buka di masa pandemi. Tanpa syarat-syarat yang tidak terpenuhi, mustahil boleh buka atau beroperasi.

"Insya Allah dalam waktu dekat lima desa wisata di Kota Batu siap uji coba operasi. Pasalnya semua kesiapan mulai dari sarana prasarana prokes, sertifikasi CHSE dan aplikasi PeduliLindungi sudah hampir 100 persen," ujar Arief.

Ia memperkirakan uji coba lima desa wisata itu kemungkinan dilakukan dalam pekan ini. Sejauh ini, hanya ada dua tempat tujuan wisata saja yang buka di Kota Batu. Dua tempat wisata tersebut telah mendapat izin dari Pemerintah Pusat. Benni Indo

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved