WALHI Jatim Kritik Rencana Pembangunan Jembatan Kaca di Kawasan TNBTS

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur mengkritik rencana pembangunan jembatan kaca beserta infrastruktur di kawasan TNBTS

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ dok Walhi Jatim
Potret lereng di area TNBTS yang mulai gundul. 

Suryatravel  - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur mengkritik rencana pembangunan jembatan kaca beserta infrastruktur di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Organisasi pegiat lingkungan tersebut menilai, pembangunan jembatan kaca dapat mengancam kelestarian ekologi dan adat.

"Kerusakan (alam) dan juga erosi kultural. Berdampak pada ekologi itu fisiknya. Orang tengger melihat kawasan Jemplang itu sebagai pintu masuk menuju tanah suci, makanya dia pamit ke luluhur lewat menaruh sesajen. Istilahnya pamit ke leluhur. Karena akan menuju ke dasar, lautan pasir sebagai kawasan suci. Supaya tidak naas atau sial," beber Dewan Daerah WALHI Jawa Timur (Jatim), Purnawan Dwikora ketika dikonfirmasi Suryamalang.Com.

Baca juga: Wisata Gunung Bromo Akan Memiliki Jembatan Kaca Melintas Jurang

Kata Purnawan, proyek tersebut didirakan di lahan yang masuk dalam zona konservasi, yakni di Jemplang, Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.

Wilayah tersebut juga masuk dalam kawasan masyarakat Suku Tengger. Secara kearifan lokal, erat berkaitan antara konservasi alam dengan konservasi kultural.

"Orang datang ke Bromo itu adalah untuk menikmati keindahan panorama alam. Bukan untuk selfie di atas jembatan kaca. Sekali lagi, itu (jembatan kaca) adalah buatan. Itu adalah benda artificial yang dilekatkan ke panorama alam, itu tidak tepat," katanya.

Terakhir, Purnawan mendesak otoritas terkait agar memperhatikan keasrian alam di Bromo.

"Jangan mikir bisnis yang menurunkan nilai-nilai konservasi," tandas pria yang akrab disapa Pupung itu. (ew)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved