Saatnya Jajanan Tradisional Tampil Beda Dibalut Kekinian

mendorong masyarakat terus menyajikan jajanan tradisional Indonesia baik di dapur keluarga, maupun untuk kebutuhan usaha

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ istimewa
Inovasi kue tradisional agar tak punah oleh waktu 

Suryatravel –  Kekhasan sebuah daerah juga akan dikenal melalui kue tradisional yang khas dari daerah tersebut. Praktis meski banyak jajanan kekinian, eksistensi kue tradisional tentu tak boleh hilang. 

Agar tak lekang ditelan jaman dan tenggelam dengan hadirnya kue-kue kekinian, kue tradisional Indonesia kini mulai tampil berbeda. Mulai dari cita rasa hingga bentuknya yang lebih kekinian, namun tak meninggalkan identitas aslinya. 

Tren tersebut mulai terlihat di kalangan UMKM dan ibu-ibu milenial. Mereka berani berkreasi menciptakan aneka jenis kue tradisional yang dibalut cita rasa lidah konsumen masa kini. 

Seperti BOLA Deli, brand di bawah naungan FKS Food ini mencoba inovasi terbaru supaya kue-kue tradisional yang mulai tenggelam bisa diperkenalkan kembali pada milenial. 

"Kue tradisional dianggap tidak menarik bagi kaum muda karena tampilan dan rasa kurang kekinian atau tidak tahan lama dan cara pembuatan ribet. Tapi sekarang rasa dan bentuk kue tradisonal tidak kalah menarik dengan kue modern,” ujar Marketing Manager BOLA Deli Dwi Rahayu, Selasa (28/9/2021). 

Dwi Rahayu mengatakan, saat ini adalah momentum yang tepat untuk mengembalikan animo pasar terhadap kue tradisional khususnya pasar milenial. 

“Inovasi mulai cita rasa atau bentuk kue diperlukan supaya bisa mengikuti tren yang diminati saat ini. Jangan sampai kekayaan kuliner kita, salah satunya kue tradisional hilang ditelan zaman," ungkapnya. 

Menjawab tantangan itu, Dwi Rahayu menuturkan, FKS Food sebagai produsen tepung ketan dan tepung beras merek BOLA Deli berkomitmen menjadi solusi bagi para koki keluarga dan UMKM untuk berkreasi membuat kue tradisional dengan sentuhan kekinian. 

“Semuanya kami lakukan untuk mendorong masyarakat terus menyajikan jajanan tradisional Indonesia baik di dapur keluarga, maupun untuk kebutuhan usaha,” tambah Dwi. 

Sependapat dengan Dwi Rahayu, Chef Devina Hermawan mengatakan bahwa kreativitas masyarakat dalam mengolah jajanan tradisional akan menentukan eksistensi ke depannya. 

Menurutnya, masyarakat Indonesia bisa memodifikasi jajanan kue tradisional tanpa menghilangkan bahan utama dan proses pembuatannya. 

"Misalnya membuat klepon. Kalau dulu identik isian gula merah bisa inovasi dengan isian cokelat atau keju atau jajanan gemblong yang dibalut green tea. Disesuaikan dengan lidah milenial lah," paparnya. 

Ia menjelaskan, saat ini mulai banyak pelaku usaha kecil yang juga membawa hidangan tradisional ke dalam bentuk modern, seperti kue ulang tahun ataupun dipadukan dengan cake modern.  

“Membuat fusion Indonesian snack juga bisa membuka peluang bagi para pelaku UMKM untuk menyajikan sajian unik dengan tetap menonjolkan jajanan asli khas Indonesia," kata Chef Devina. 

Ahli Kuliner Indonesia Chef Fatmah Bahalwan, sekaligus pendiri Natural Cooking Club (NCC) yang memiliki ratusan ribu anggota yang tersebar diseluruh penjuru nusantara ini, ia mengakui bahwa jajanan tradisional memang kerap dilupakan kaum muda karena dianggap ketinggalan jaman. 

Namun, dia optimistis dengan kreativitas yang dapat menyulap hidangan tradisional menjadi lebih modern, maka tak hanya menarik secara visual namun juga membuat enaknya jadi beda. Melia Lutfika

 

Berbagai inovasi jajanan dan kue tradisional bisa dilakukan dengan menambah cita rasa isian milenial

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved