Apocalypse Park, Tongkrongan Dan Jujugan Para Skater Eksplorasi Trik di Trek Menantang

arena bermain dan berlatih skateboard dan sepeda indoor super besar. Apocalypse Park. Apocalypse disebut-sebut berstandar internasional

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ hayu yudha Prabowo
Skateboarder meluncur di Apocalypse Skatepark. 

 

Suryatravel - Kabupaten Malang, memiliki arena bermain dan berlatih skateboard dan sepeda indoor super besar. Apocalypse Park. Apocalypse disebut-sebut berstandar internasional. Tempat jujugan para skater dan biker.

Apocalypse bertempat di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Banyak pencinta olahraga skateboard yang rajin berlatih di sana.  

Nasa Rahadian Sukarno misalnya. Ia adalah atlet sekaligus pelatih skateboard asal Surabaya. Pria yang juga pendiri Surabaya Skate School itu sengaja mengajak beberapa siswanya ke Apocalypse.

"Memang tempat skateboard di sini terbilang layak. Mereka yang punya hobi skate board, butuh tempat layak seperti ini," kata Nasa pada Surya di temui di arena Apocalypse.

Dikatakan, taman-taman untuk berlatih skateboard masih banyak yang ditutup karena masa pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Di Surabaya, lokasi berlatih berada di Ketabang Skate Park. Karena masih ditutup, sejumlah orang berlatih di Jalan Slamet, Surabaya. 

Olahraga ini masih menginduk di Perserosi yang menaungi olahraga sepatu roda. Meski demikian, para skater sangat serius mengasah kemampuannya.

Diterangkan, untuk berlatih di Ketabang Skate Park, para skater masih kurang puas.

“Sebab atlet-atlet butuh tempat latihan yang menantang adrenalin dan tempat yang bisa mengeksplor kemampuan mereka,” terangnya.

Kerinduan pada tempat berlatih yang layak dan menantang juga disampaikan Aria Duta, atlet BMX freestyle. Disebutnya, tempat berlatihnya selama ini tidak indoor.

"Anak-anak BMX Malang biasanya latihan di Klub Arena Merjosari, kadang di Alun-Alun, atau depan stasiun KA. Pernah juga bikin trek di Perumahan Dwiga, dan Taman Mojolangu," cerita Aria yang suka olahraga bersepeda sejak 2002 ini.

Namun tempat-tempat tersebut masih kurang sesuai dengan harapan. Sebagai atlet perlu tantangan baru.

"Kalau di tempat lama begitu-begitu saja. Kalau ada tempat yang benar-benar sesuai untuk latihan, atlet jadi perlu mengeksplorasi trik-trik baru," kata dia.

Dengan lokasi latihan baru di Apocalypse, ia perlu membiasakan dengan alat-alatnya.

"Kalau kesulitannya tidak ada. Hanya butuh pembiasaan. Ia menekuni olahraga sepeda BMX sejak kelas 6 SD.

"Waktu itu fokusnya buat senang-senang. Kalau sekarang ya fokus mencari trik-trik baru," ucapnya. 

Menekuni olahraga skate board di usia tua, tak jadi masalah asal punya niat besar. Nasa Rahadian Sukarno, pendiri Surabaya Skate School, menyebut dirinya memiliki murid mulai usia 4 tahun sampai 41 tahun.

Rider BMX melakukan trik di Apocalyse Skatepark
Rider BMX melakukan trik di Apocalyse Skatepark (suryatravel/ hayu yudha prabowo)

"Yang usia 41 tahun benar-benar belum bisa. Mulai dari nol. Selama mau ya bisa saja," kata Nasa. 

Semakin seseorang dini berlatih, terangnya, biasanya akan lebih berani. Ia mencontohkan anak usia 4 tahun asal Rusia yang turut serta dalam rombongannya menjajal arena Apocalypse Park. Si anak langsung menjajal tantangan-tatangan yang ada di Apocalypse.

Meski demikian, harus diketahui bahwa skateboard tergolong olahraga ekstrem.

“Sejago-jagonya seseorang, pasti ada batasan atau mengalami cedera. Karenanya bagi pemula disarakan memakai protektor, helm. Jika sewaktu-waktu jatuh, maka ada pelindung diri,” terangnya. Vie

 

 

 

SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved