Pemkot Batu Bantu Pelaku Pariwisata Kantongi Sertifikat CHSE Agar Beroperasi Lagi

Dinas Pariwisata Kota Batu mendorong semua pelaku usaha pariwisata memiliki sertifikat Cleanliness, Health, Safety & Environmental Sustainability CHSE

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/benni indo
Wisatawan asal luar kota berwisata ke kawasan Brakseng di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu. 

Suryatravel - Dinas Pariwisata Kota Batu mendorong semua pelaku usaha pariwisata memiliki sertifikat Cleanliness, Health, Safety & Environmental Sustainability (CHSE).

Hal ini dilakukan agar tempat wisata bisa mendapatkan izin buka atau beroperasi. Dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, arief As Siddiq, sertifikat CHSE adalah salah satu syarat penilaian jika suatu tempat pariwisata ingin buka.

Selain itu, Arief juga mengatakan ada kelengkapan fasilitas aplikasi PeduliLindung di tempat wisata. Keberadaan aplikasi tersebut untuk mendukung pendataan dan pelacakan. Jika telah melengkapi kedua syarat ini, artinya tempat wisata itu dijamin aman untuk dikunjungi.

Data dari Dinas Pariwisata Kota Batu, ada 75 tempat atau usaha pariwisata memenuhi syarat saat ini. Contohnya untuk desa wisata, dari 24 desa wisata yang ada, 5 desa sudah siap untuk diuji coba buka.

“Begitu juga wisata lainnya, kalau sudah siap, maka akan kami rekomendasikan uji coba buka. Saat ini, semua desa wisata sedang didorong untuk melengkapi kesiapan sarana serta prasarana prokesnya,” ujarnya, Rabu (29/9/2021).

Di tengah pemberlakuan PPKM Level 3 ini menurut Kementerian Dalam Negeri, tempat wisata yang mendapatkan izin uji coba buka hanya ada dua, yakni Jatim Park 2 dan Taman Rekreasi Selecta. Selain itu, pusat perbelanjaan seperti Lippo Plaza Batu juga telah dibuka, termasuk studio bioskop di dalamnya.

“Untuk yang lainnya, masih proses dan terus kami dorong melengkapi fasilitas. Harapan kami memang semua pelaku wisata sadar soal jaminan ini,” jelasnya.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, menegaskan Pemkot Batu sangat mendukung upaya pelaku usaha pariwisata untuk mendapatkan persyaratan buka. Pihaknya pasti mendukung atau membolehkan wisata itu buka jika sudah memenuhi persyaratan.

“Jadi tergantung para pelaku usaha, ketika semua persyaratan sudah dipenuhi, pasti saya bolehkan. Saya bantu untuk rekomendasi uji coba buka,” ungkapnya.

Sektor pariwisata menjadi tulang punggung perekonomian Kota Batu. Sektor ini telah mempengaruhi sektor-sektor lainnya.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi mengatakan para pelaku usaha kecil turut tutup ketika tempat wisata tutup.

Pelaku usaha kecil itu seperti pedagang penjual buah, oleh-oleh, maupun kerajinan tangan. Para konsumen yang biasa datang ke pedagang kecil itu adalah para wisatawan yang habis berlibur di kawasan Kota Batu.

“Para pedagang apel di sekitar Selecta itu juga sepi pembeli. Sekarang mengandalkan konsumen lokal,” kata Sujud beberapa waktu lalu. Benni Indo

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved