Agrowisata Belimbing Karangsari Kota Blitar Buka Kembali

Agrowisata belimbing Karangsari Kota Blitar mulai berbenah lagi untuk buka kembali Agrowisata Belimbing Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ samsul hadi
Junaidi, petani di Agrowisata Belimbing Karangsari, Kota Blitar, menunjukkan buah belimbingnya, Sabtu (9/10/2021).  

 

Suryatravel – Agrowisata belimbing Karangsari Kota Blitar mulai berbenah lagi untuk buka kembali. Sejak terjadi pandemi Covid-19 pada 2020, operasional Agrowisata Belimbing Karangsari sering buka tutup. 

Terakhir, ketika pemerintah menerapkan PPKM Darurat untuk pengendalian kasus Covid-19 pada awal Juli 2021, Agrowisata Belimbing Karangsari tutup total. 

Sekarang, tempat wisata itu sudah bisa buka kembali setelah Kota Blitar ditetapkan sebagai daerah yang melaksanakan uji coba New Normal di masa PPKM Level 1.

Heri Sucipto satu dari 50 an petani belimbing,  bersama petani belimbing lain menyambut gembira pembukaan kembali Agrowisata Belimbing Karangsari. 

Ia penuh semangat membungkus buah belimbing yang masih di pohon di Agrowisata Belimbing Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Sabtu (9/10/2021). 

Heri yang saat itu dibantu anaknya juga terlihat membersihkan rumput di bawah pohon belimbing miliknya. 

"Agrowisata-nya sudah mulai buka kembali. Sekarang masih bersih-bersih dulu," kata Heri. 

Dengan dibukanya kembali Agrowisata Belimbing Karangsari, Heri berharap ekonomi petani bisa pulih kembali. 

"Kami senang wisata bisa buka kembali. Pendapatan kami paling banyak dari hasil penjualan belimbing ke pengunjung wisata," ujar Heri. 

Dalam kondisi normal saat wisata buka, Heri rata-rata bisa menjual 35-40 kilogram belimbing ke pengunjung per hari. 

"Kalau pas pengunjung ramai bisa sampai satu kuintal," katanya. 

Ketika wisata ditutup, Heri dan para petani belimbing lainnya sangat merasakan dampaknya. 

Dia terpaksa harus menjual belimbing ke pengepul dengan harga murah. 

"Kalau di Agrowisata ini harganya sudah ditetapkan pengelola, yaitu, Rp 10.000 per kilogram. Tapi, kalau jual ke pengepul di luar harganya hanya Rp 4.500-Rp 6.000 per kilogram," ujarnya. 

Petani belimbing lainnya, Junaidi mengaku bersyukur Agrowisata Belimbing Karangsari sudah bisa buka kembali. 

Meski kondisinya belum normal, kata Junaidi, sudah mulai ada pengunjung dari luar kota yang datang ke Agrowisata Belimbing Karangsari.

"Karena konsumen kami memang mengandalkan pengunjung wisata," kata Junaidi. 

Junaidi berharap dengan dibukanya kembali Agrowisata Belimbing Karangsari, ekonomi para petani segera pulih. 

"Dulu, ketika kondisi normal, dapat uang Rp 500.000 sehari sama seperti belum laku. Sekarang dapat uang Rp 100.000 sehari sudah banyak," ujarnya. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved