Menparekraf Sandiaga Sebut Gelaran WJNC Sekelas Parade Karnaval Di New Orleans Amerika Serikat

Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) ini kita apresiasi lantaran diikuti beberapa pelaku seni dari 14 kemantren sekelas parade karnaval di New Orleans

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ istimewa
WJNC 2021 berhasil mengorkestrasi penampilan sekelas parade karnaval di New Orleans, Amerika Serikat 

Suryatravel – Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi pagelaran seni budaya Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) yang digelar pada puncak acara ulang tahun Kota Jogyakarta ke-265. Ajang itu diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Gudeg

Sandiaga Uno membuka gelaran WJNC di Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, Kamis (7/10/2021) malam, menurutnya jika gelaran event yang sudah kali ke-6 tersebut bisa diorkestrasi oleh pelaku seni dari 14 Kemantren (Kecamatan) yang ada di Kota Yogyakarta dengan baik dan ditampilkan tidak kalah dengan event atau karnaval kelas dunia.

"Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) ini kita apresiasi lantaran diikuti beberapa pelaku seni dari 14 Kecamatan atau Kemantren di Kota Jogyakarta yang berhasil mengorkestrasi penampilan sekelas parade karnaval di New Orleans, Amerika Serikat," kata Sandiaga Uno.

Para penampil, yang terdiri dari 14 Kemantren itu berpentas di empat area. Yakni, area Indraprasta (bercerita tentang para Kesatria-Romance), Pancawati (Kerajaan Kera-Tragedi), Astina (Kerajaan Jin-Komedi), hingga Khayangan (Dewa-Romance) yang tampil secara berurutan.

Turut hadir bersama Menparekraf Sandiaga Uno, Ibu Nur Asia Uno, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Walikota Jogyakarta Haryadi Suyuti, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Rizki Handayani.

Sandiaga Uno juga menyebut, event yang bertajuk Semar Boyong itu menjadi bagian dari kegiatan-kegiatan terbaik yang dimiliki pariwisata Indonesia yaitu Kharisma Event Nusantara (KEN).

Terlebih inovasi dari kegiatan ini, dimana sebelum pandemi, kegiatan ini terpusat di satu tempat dan saat ini semakin berinovasi.

Jika tahun sebelumnya peserta pawai yang bergerak, tahun ini justru penonton yang berpawai menyaksikan suguhan. Penonton melaju dari panggung ke panggung, dengan menunggangi kendaraan hias.

"Harus diapresiasi, apalagi Kota Jogyakarta sangat serius dalam upaya recovery, dengan menuntaskan vaksinasi, itu menjadi momentum kebangkitan dan pengembangan pariwisata," tandasnya.

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved