Hotel Dan Guest House Di Kota Malang Sebagian Belum Kantongi Sertifikat CHSE

hotel dan guest house di Kota Malang masih 75 persen yang sudah kantongi CHSE, sebagian besar adalah hotel kecil yang belm ada CHSE

Editor: Wiwit Purwanto
zoom-inlihat foto Hotel Dan Guest House Di Kota Malang Sebagian Belum Kantongi Sertifikat CHSE
suryatravel/benny indo
Hotel di Kota Malang sebagian belum kantongi sertifikat CHSE, mayoritas hotel kecil dan guest house

Suryatravel – Salah satu syarat bagi pengelola hotel untuk kembali beroperasi adalah mengantongi sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Environtment).

Di Kota Malang belum semua hotel mengantongi sertifikat ini. Sejumlah hotel yang bergabung di PHRI Kota Malang, hanya sekitar 75 persen yang telah memiliki sertifikat tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki.

"Ada 90 hotel dan restoran yang bergabung di PHRI. Dari total jumlah tersebut, memang masih ada sekitar 25 persen hotel yang belum memiliki sertifikat CHSE. Tapi itu untuk hotel-hotel kecil, ataupun beberapa guest house yang ada di Kota Malang," ujarnya, Selasa (12/10/2021).

Untuk hotel berbintang, 75 persen mayoritas sudah bersertifikat CHSE.

"Sebenarnya, hotel yang tidak memiliki sertifikat itu kendalanya di kemauan pihak pengelola hotel. Karena memang peraturannya ketat, kemungkinan mereka takut tidak lolos," jelasnya.

Di sisi lain, kendala dari hotel yang belum bersertifikasi CHSE itu karena pihak hotel masih menunggu hasil survei.

"Jadi, pihak hotel sudah mengajukan, tapi masih proses penilaian," tambahnya.

Apalagi saat ini, sertifikasi CHSE tengah ramai diperbincangkan. Karena diwacanakan pengurusannya berbayar.

"Untuk hal ini, kami juga menentang, kami ikut apa kata asosiasi pusat, karena seharusnya gratis seperti sebelumnya. Apalagi saat ini, pihak perhotelan tengah berjuang memulihkan perekonomian," terangnya.

Seperti diketahui, sertifikasi CHSE merupakan proses pemberian sertifikat kepada Usaha Pariwisata, Destinasi Pariwisata, dan Produk Pariwisata lainnya.

Hal itu untuk memberikan jaminan kepada wisatawan, terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan.

Sertifikasi CHSE ini mulai diterapkan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sejak September 2020 lalu. CHSE ini disesuaikan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Protokol Kesehatan di tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid 19.

Tahun lalu, ditetapkan untuk mencegah terjadinya kluster baru di perhotelan atau sektor pariwisata. Kukuh Kurniawan

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved