Dulu Kumuh Kini Sungai Gronjong Wariti Jadi Destinasi Jujugan Wisatawan

Destinasi wisata air Gronjong Wariti Kediri Tempat wisata ini sangat cocok untuk wisata keluarga

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ didik mashudi
Wisatawan di wisata Gronjong Wariti di Desa Mejobo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. 

Suryatravel -  Satu persatu tempat wisata mulai buka kembali, seperti wisata Gronjong Wariti di Desa Mejono, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.

Wisata air ini mengandalkan aliran sungai yang sebelumnya kumuh menjadi bersih serta dimanfaatkan untuk tempat wisata air yang menarik.

Destinasi wisata air yang telah dibuka sejak 4 tahun silam diberi nama  masyarakat Gronjong Wariti. Tempat wisata ini sangat cocok untuk wisata bersama keluarga yang ramah di kantong .

Apalagi akses menuju ke Gronjong Wariti  juga sangat mudah serta jalan yang mulus. Lokasi tempat wisata ini sekitar 8 Km arah barat Kota Pare.

Dari jalan utama hanya berjarak sekitar 300 meter melewati jalan kampung. Bagi pengunjung yang membawa mobil dan motor bisa parkir di halaman rumah penduduk di sekitar lokasi.

Tarif parkir untuk mobil Rp 5.000 dan sepeda motor Rp 2.000. Tidak ada tiket masuk, pengunjung baru dikenakan tiket saat masuk salah satu wahana dan arena permainan.

Salah satu wahana yang paling favorit bagi pengunjung naik perahu dengan mesin tempel atau mendayung dengan perahu bebek.

Meski panas terik matahari, suasana sungainya sangat rindang karena di kiri dan kanan sungai ditumbuhi pohon bambu yang lebat. Sedangkan air sungai juga cukup jernih dan tidak tercermar limbah.

Baca juga: Melihat Indahnya Panorama Alam Yang Hijau Dari Atas Wisata Bukit Gandrung Kediri

Sementara tiket arena permainan dan wahana seperti perahu bebek tarifnya hanya Rp 20.000 per unit, bandulan Rp 10.000 dan perahu mesin Rp 4.000 per orang.

Untuk tarif masuk wahana balon air Rp 20.000, kereta kebun, rafting mini, naik kuda, balap mobil remote, rumah balon dan kuda-kudaan tarifnya Rp 10.000. Sedangkan tarif naik odong-odong Rp 5.000.

Pengunjung yang datang juga dapat memilih hampir semua jenis masakan kuliner di warung-warung yang ada di pinggiran sungai. Warung ini milik masyarakat setempat yang tanahnya masuk area tempat wisata.

Wisata Gronjong Wariti melibatkan setidaknya 57 KK masyarakat di sekitar sungai Desa Mejono. Kegiatan wisata di Gronjong Wariti sekaligus telah memberdayakan perekonomian masyarakat. Karena masyarakat setempat yang mengelola berbagai wahana dan arena permainan. 

Saat kondisi normal sebelum Pandemi Covid 19, setidaknya setiap minggunya omset dari kegiatan wisata di Gronjong Wariti mencapai belasan juta. Kunjungan paling banyak pada akhir pekan atau hari libur.

Riadi Ndarik, pengelola wisata Gronjong Wariti menjelaskan, tempat wisata sempat ditutup selama satu setengah tahun karena Pandemi Covid 19.

Namun setelah Jawa Timur masuk PPKM level satu, mendapatkan kelonggaran dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri untuk membuka tempat wisata dengan ketentuan sesuai protokol kesehatan.

"Gronjong Wariti didirikan sejak 4 tahun lalu. Saat ini telah ada kurang lebih 28 wahana permainan, mulai makan ikan sampai "dimanakan" ikan atau terapi ikan," ungkapnya. 

Karena mampu memberdayakan perekonomian masyarakat, tahun 2019 pengelola Gronjong Wariti mendapatkan hadiah sebagai pengelola pariwisata terbaik dengan hadiah Rp 200 juta.

Kegiatan wisata ini telah mampu memberdayakan masyarakat karena ada ketentuan pengelola dan pemilik saham wahana dan permainan di Gronjong Wariti merupakan warga dengan KTP Desa Mejono. "Wisata ini  menumbuhkan perekonomian masyarakat," ungkapnya.

Di Gronjong Wariti merupakan tempat wisata yang dikelola oleh warga masyarakat. Masyarakat memanfaatkan pintu air sungai untuk kegiatan wisata.(didik mashudi)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved