Eksplorasi Bangkai Kapal Van der Wijck di Laut Lamongan Dilanjutkan

Tim arkeolog damn disparbud Lamongan kembali melakukan ekplorasi di perairan Lamongan cari keberadaan kapal Van Der Wijck

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ hanif manshuri
Disparbud Lamongan  dan tim arkeolog BPCB Jawa Timur melanjutkan eksplorasi  kapal Van der Wijck 

Suryatravel -  Disparbud Lamongan  dan tim arkeolog BPCB Jawa Timur  kembali melanjutkan eksplorasi  keberadaan bangkai kapal Van der Wijck.

Tim arkeolog menambah tenaga penyelam dan  kembali melakukan ekplorasi di perairan Lamongan dengan dibantu nelayan setempat.

Kepala Disparbud Lamongan, Siti Rubikah  membenarkan jika hari ini eksplorasi dilanjutkan kembali setelah pada Jumat (15/10/2021) tim mengambil jeda selama sehari.

"Hari ini kita mulai  lagi, belum tahu sampai kapa eksplorasi akan berlangsung, tergantung BPCB. Jumat kemarin libur karena nelayan tidak ada yang melaut alias libur," kata Siti Rubikah, Senin (18/10/2021). 

Dikatakan, tim kembali melanjutkan eksplorasi dengan menambah jumlah penyelam untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai keberadaan kapal yang tenggelam pada 1936 silam itu.

Dari eksplorasi yang sebelumnya tim telah berhasil mendokumentasikan keberadaan bangkai kapal meski belum secara keseluruhan badan kapal. 

"Yang pasti sudah ada gambaran dan sudah berhasil mendokumentasikan. Baik difoto maupun video," ungkapnya.

Penambahan tenaga penyelam dimaksudkan agar bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas lagi.

Arkeolog BPCB Trowulan Wicaksono Dwi Nugroho beberapa waktu lalu juga mengatakan, agenda eksplorasi kapal Van der Wijck menjadi prioritas tahun ini.

 Agenda eksplorasi kapal Van der Wijck sudah sempat dilakukan pada awal  April 2021. Namun, saat itu kurang beruntung lantaran terkendala cuaca dan arus  dasar laut yang cukup deras . 

Untuk diketahui, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan bekerja sama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur kembali melanjutkan eksplorasi terhadap kapal Van der Wijck yang diceritakan tenggelam di perairan Lamongan pada 1936 silam.

Banyak  orang menyangka kapal Van der Wijck hanya cerita fiksi biasa seperti novel karya Buya Hamka dengan judul yang sama. (Hanif Manshuri)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved