Angkat Pariwisata Gelar Moslem Fashion Festival di Dermaga Yacht Pantai Marina Boom

pagelaran busana, Banyuwangi Moslem Fashion Festival (BMFF), di Dermaga Yacht Pantai Marina Boom,mengangkat kembali geliat pariwisata

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ haorrahman
Pagelaran busana, Banyuwangi Moslem Fashion Festival (BMFF) 

Suryatravel - Banyak cara untuk mengangkat kembali geliat pariwisata, seperti dengan menggelar fashion show di suatu tempat yang menarik wisatawan.

Di Kabupaten Banyuwangi misalnya menggelar pagelaran busana, Banyuwangi Moslem Fashion Festival (BMFF), di Dermaga Yacht Pantai Marina Boom, acara yang dihelat Sabtu (24/10/2021) keamrin  ini dibuka langsung Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki.

" Ini menunjukkan aktivitas ekonomi di daerah mulai bergerak seiring dengan levelisasi PPKM,” kata Teten.

Menurutnya saat ini para pelaku usaha termasuk UMKM harus sudah mulai menyiapkan diri untuk kembali menjalankan usahanya, yang tentunya harus diiringi dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

“Ini keren sekali Banyuwangi Muslim Fashion Festival. Tadi kita lihat karya-karya desainer muda yang tampil, terima kasih kepada Ibu Bupati Banyuwangi adanya event muslim fashion. Ini juga akan menjadi momentum kebangkitan UMKM dan sektor fesyen di Indonesia,” kata Teten.

Ia menyebut di tengah terpaan pandemi Covid-19 secara global, nilai belanja produk pakaian muslim turun 2,9 persen menjadi USD 268 miliar. Namun angka ini akan diprediksi akan pulih pada 2021 dan akan terus tumbuh di 2024 diprediksi mencapai USD 300 miliar.

“Banyuwangi telah mulai meniup semangat berupa inovasi bidang industri kreatif fashion. Dan menariknya, event ini bukan hanya peragaan busana tapi dilakukan dengan pendekatan secara ekosistem yang utuh karena di dalamnya ada rangkaian pendampingan inkubasi desain mode produkasi baju siap pakai, juga pariwisata dan lainnya,” kata Teten.

Pagelaran busana hasil kolaborasi Pemkab Banyuwangi dengan Bank Indonesia (BI) ini menyuguhkan 54 rancangan busana muslim modern karya empat desainer dari Komunitas Desainer Banyuwangi (KDB) dan desainer nasional, Wignyo Rahadi.

Empat desainer Banyuwangi yang terlibat  yakni Sanet Sabintang, Risky Esa Sauqi, Miftahur Ridho, dan Isyam Syamsi.

Selain itu, juga ditampilkan 20 karya peserta kelas inkubasi desain fesyen dan produksi baju siap pakai. Inkubasi pelatihan fashion ini diikuti 40 anak-anak muda Banyuwangi yang tertarik berkarya di industri fashion.

Puluhan desain busana muslim menawan diperagakan para model di atas ponton apung Dermaga Yacht Pantai Marina Boom yang disulap menjadi catwalk.

Berlatar pantai, yacht, dan gedung heritage yang menjadi ikon Marina Boom, ajang ini menjadi pergelaran fesyen yang menarik.

Ditambah lagi dengan kehadiran model nasional, Zee Zee Shahab yang dalam kesempatan itu mengenakan baju rancangan desainer Banyuwangi, Sanet Sabintang.

“Acara ini menjadi “lonceng” bagi para pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk bangkit kembali. Salut untuk Banyuwangi,” kata Zee zee.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasih atas dukungan Menteri Koperasi dan UMKM serta BI yang telah bersinergi mewarnai program inovasi pemulihan ekonomi di Banyuwangi.

“Ini adalah ikhtiar untuk membangkitkan UMKM fesyen, sekaligus pariwisata Banyuwangi. Alahmdulillah industri fesyen Banyuwangi terus tumbuh belakangan ini, terutama batik. Tentu ini tak lepas dari dukungan BI yang begitu besar untuk Banyuwangi,”  kata Ipuk.

Menurut Ipuk, ajang ini adalah salah satu upaya Banyuwangi untuk menggeliatkan kembali sektor kreatif daerah. Tidak hanya mewadahi karya para desainer, namun ini juga berpotensi untuk membangkitkan ekonomi daerah. (Haorrahman)

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved