Kabar Gembira, Menparekraf Sandiaga Uno Beri Program Staycation Dan Pelesir Bagi Nakes

kondisi pandemi Covid-19 yang melanda sedang dalam keadaan landai.Menparekraf Sandiaga Uno berencana menyediakan program staycation bagi seluruh nakes

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
Suryatravel/Wiwit purwanto
Program Staycation di hotel dan pelesir bagi nakes saat pandemi covid-19 melandai 

Suryatravel – Kabar gembira bagi para tenaga kesehatan (nakes), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berencana menyediakan program staycation bagi nakes di seluruh daerah.

Melansir Kompas.com,  staycation dapat diartikan sebagai kegiatan liburan di lokasi yang tak jauh dari rumah. 

"Akan diperluas ke seluruh daerah, tadinya hanya di Jawa dan Bali saja," jelas Sandiaga saat konferensi pers di Desa Wisata Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Rabu (27/10/2021).

Nantinya para nakes dapat mengakses program tersebut melalui surat rekomendasi yang diajukan oleh pihak rumah sakit. "Yang mengajukan (para nakes untuk staycation) adalah daerah rumah sakit vertikal ke kami, kami sudah sosisalisasi ke bupati," katanya. 

Terkait program apa saja nantinya dalam staycation itu,  berdasarkan paket wisata yang akan digodok oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan pelaku pariwisata.

Sebagai contoh, ada staycation yang menawarkan program menginap di hotel termasuk fasilitas makan, minum, dan transportasi. "Ada mungkin nanti kalau dikembangkan, akan melibatkan wisata ke Arborek. Kita serahkan ke Pemda karena mereka yang paling mengerti keadaan dan kebutuhan para nakes," ujarnya.

Untuk tujuan wisata yang akan dikunjungi melalui paket staycation, hal tersebut juga akan dibahas oleh Pemda dan pelaku pariwisata dari masing-masing daerah.

Seperti diketahui saat ini situasi dan kondisi pandemi Covid-19 yang melanda sedang dalam keadaan landai. Hal ini memungkinkan para nakes untuk istirahat sejenak.

Salah satunya istirahat melalui program staycation yang sedang direncanakan. Program ini sekaligus reaktivasi industri pariwisata melalui penyediaan akomodasi, fasilitas pendukung lainnya, serta sarana transportasi bagi tenaga kesehatan dan tenaga penunjang fasilitas kesehatan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Menurutnya, kegiatan reaktivasi ini memiliki multiplier effect. Misalnya terjadinya kenaikan okupansi hotel sebesar 40 persen.

Dengan begitu, ujar Sandiaga, hal ini dapat memberi dampak mempekerjakan kembali karyawan yang telah dirumahkan. Baik yang berasal dari industri perhotelan maupun moda transportasi darat.

 "Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan keterlibatan tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung pada kegiatan reaktivasi industri sebanyak kurang lebih 8.600 orang," ujarnya. 

Selain itu adanya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor akomodasi perhotelan dan transportasi darat yang berasal dari pajak perusahaan.

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved