Keliling Kota Jogya Bersama Monalisa, Nggowes Susuri  Kawasan Kotagede Sekaligus Jaga Imunitas  

menggenjot kembali pariwisata di Jogya, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta meluncurkan program Monalisa (Romansa Kota Lawas)

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ wiwit purwanto
Keliling Kota Jogya dengan sepeda program Monalisa (Romansa Kota Lawas) 

Suryatravel – Berlahan Kota Wisata Jogyakarta mulai bergeliat lagi setelah  kota wisata ini  sangat terdampak akibat pandemi Covid-19.

Awal bulan lalu tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-265 Kota Yogyakarta Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mendeklarasikan Kota Yogyakarta Tuntas Vaksinasi. Dan siap menyambut wisatawan kembali dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan.

Salah satu yang ditawarkan dalam menggenjot kembali pariwisata di Jogya, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta meluncurkan program Monalisa (Romansa Kota Lawas).

Program ini mengajak wisatawan berkeliling menyusuri Kotagede menggunakan sepeda untuk menikmati bangunan lawas, berkunjung ke Makam Raja-Raja Mataram dan melihat proses pembuatan jajanan tradisional, Kipo.

Suryatravel mengikuti program Monalisa ini mengawali start bersepeda dari halaman Kebun Binatang Gembira Loka.

Dengan bersepeda sekitar  15 menit sampailah pada tujuan pertama yakni Kampung Herbal Rejowinangun. Wisatawan juga bisa menikmati kampung wisata yang saat ini sedang dikembangkan, sebagai salah satu kampung wisata herbal.

Disini wisatawan dapat  menyajikan secara langsung pembuatan minuman tradisional jamu J’Ger (Jamu Gendong Rejowinangun).

Wisatawan juga disuguhi jamu beras kencur dan kunir asem beserta camilan kacang dan pisang rebus untuk menambah stamina saat berwisata. Pengunjung bisa melihat langsung bagaimana proses pembuatan jamu dengan bahan-bahan herbal serta berkunjung dan menikmati taman herbal.

Setelah puas menikmati jamu tradisional dan suasana kampung wisata herbal, bersepeda dilanjutkan menyusuri kampung dan gang sempit kawasan Kotagede. Kawasan ini  sebagai salah satu tempat bersejarah di Yogyakarta.

Kampung herbal Rejowinangun salah satu destinasi romansa kota lawas
Kampung herbal Rejowinangun salah satu destinasi romansa kota lawas (suryatravel/ wiwit purwanto)

Sekitar 30 menit bersepeda sampai di kawasan Makam Raja-Raja Mataram sebagai peninggalan Mataram Islam di Yogyakarta. Letaknya berada di samping Masjid Gede Mataram yang dulunya merupakan kompleks Keraton atau Istana Mataram Islam di Kotagede.

Yang menarik jika ingin masuk ke area makam, pengunjung diwajibkan mengenakan kain jarik dan kemben bagi wanita. Untuk pria mengenakan jarik dan surjan serta blangkon.

Baju tradisional ini disediakan di kantor sekretariat dengan mengisi dana sukarela untuk petugas yang membantu. Alas kaki dan peralatan elektronik tidak boleh digunakan selama berada di kawasan dalam makam.

Pengunjung akan dibantu oleh para Abdi Dalem untuk mendapatkan cerita-cerita sejarah para tokoh yang berada di dalam makam.

Nah di Kotagede juga terkenal dengan jajanan pasarnya. Setiap pagi dan sore di Pasar Kotagede ada beberapa kios yang menjual jajanan pasar.

Jajanan tradional khas yang sulit dijumpai di tempat lain adalah Kipo. Berbentuk bulat agak pipih dan lembut, kulit luarnya terbuat dari adonan beras ketan yang diberi warna hijau dengan pewarna alami daun suji.

Dalamnya berisi gula merah dengan parutan kelapa. Rasanya manis dan sedikit kenyal, jika dirasakan ada bau khas panggangan.

Karena tanpa bahan pengawet, jajanan ini hanya mampu bertahan 24 jam saja dan sangat berisiko jika dibawa menjadi buah tangan.

Seluruh perjalanan menyusuri Romansa Kota Lawas ini ditempuh dalam waktu sekitar sekitar 3 jam selain untuk mengur

monalisa jogya 2
Kampung herbal Rejowinangun salah satu destinasi romansa kota lawas

angi polusi, berwisata mengenal sejarah sekaligus menyehatkan dan menambah imunitas tubuh.

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved