Batu Shining Orchid Week, Ribuan Anggrek Tumpek Blek di Halaman Balaikota Among Tani

Batu Shining Orchid Week. Pameran Anggrek ini bakal berlangsung hingga 14 November 2021 di halaman Balaikota Among Tani Pemkot Batu.  

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ istimewa
Batu Shining Orchid Week kumpulkan ribuan anggrek dari berbagai daerahdi halaman Balaikota Among Tani Pemkot Batu. 

 

Suryatravel – Ribuan Anggrek dari berbagai daerah mulai hari ini Senin )8/11/2021) tumplek blek di kota Batu  dalam rangkaian Batu Shining Orchid Week.

Pameran Anggrek ini bakal berlangsung hingga 14 November 2021 di halaman Balaikota Among Tani Pemkot Batu.  

Sebanyak 54 Stand anggrek dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta sampai Kalimantan memiliki koleksi yang beragam dan tentunya memanjakan mata pengunjung.

Beragam spesies anggrek yang bisa ditemukan di Batu Shining Orchid Week ini, mulai dari jenis Dendrobium, Cattleya, Cymbidum, Vanda, Oncidium, Bulbophyllum hingga Renanthera.

Gelaran ini sempat tertunda di tahun 2020 karena adanya Pandemi Covid-19. Setelah kasus melandai, gelaran serupa diadakan kembali oleh Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.

Walikota Batu Dewanti Rumpoko memberikan apresiasi  adanya kegiatan ini. Ia berharap, kedepan panitia Batu Shining Orchid Week bisa menggelar kegiatan yang lebih besar lagi.

"Saya melihat petani-petani anggrek di sini punya semangat yang besar, ke depan bisa dipikirkan bagaimana untuk merencanakan event yang lebih besar dari tahun ini," katanya.

Selain bursa dan pameran anggrek, panitia Batu Shining Orchid Week juga menggelar seminar nasional, lomba anggrek dan malam penggalangan dana untuk bencana banjir bandang Kota Batu 2021.

"Tahun ini adalah tahun kelima Batu Orchid Week. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan untuk memperingati Hari Jadi Kota Batu, penyelenggaraannya tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Sugeng Pramono.

Sugeng menjelaskan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, perputaran uang di kegiatan tersebut sangat banyak. Diperkirakan, gelaran tahun ini juga akan membuat perputaran uang hingga miliaran. 

"Periode sebelumnya ada Rp 2.5 miliar setelah tujuh hari. Tahun semoga tidak jauh dari angka itu," ujarnya.

Selain untuk memperkenalkan berbagai anggrek dikalangan masyarakat, kegiatan ini merupakan wadah kreatifitas petani anggrek dan menjadi pendukung untuk  menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ketua Panitia Batu Shining Orchid Week, Fathul Yasin, mengatakan, anggrek menjadi ikon baru Kota Batu dengan lebih dari 150 petani anggrek dan ratusan jenis anggrek hasil silangan.

"Kegiatan ini merupakan hari raya bagi petani-petani anggrek untuk menunjukkan dan meningkatkan kreatifitasnya, agar potensi dapat berkembang semakin baik," katanya. (Benni Indo)

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved