Kuliner Nyaman Nuansa Pedesaan Ala Sunda Di Resto Mang Engking Batu

Mang Engking Batu, restoran yang mengusung nuansa pedesaan ala Sunda ini menyajikan panorama yang memanjakan mata para pengunjung

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ luthfi husnika
Santai sambil menikmati nuansa pedesaan ala Sunda di Resto Mang Engking Batu 

Suryatravel - Menikmati kuliner dengan suasana rindang pedesaan ditambah alunan musik yang menenangkan memberikan sensasi tersendiri. Ditambah hawa sejuk dan semilir angin membuat semakin rileks dan nyaman. 

Seperti di Mang Engking Batu, restoran yang mengusung nuansa pedesaan ala Sunda ini menyajikan panorama yang memanjakan mata para pengunjung. 

Memasuki kawasan restoran, pengunjung akan disuguhkan gubug-gubug makan lesehan lengkap dengan dekorasinya. Nuansa serba cokelat serta bangunan berbahan kayu-kayuan menambah suasana nyaman. 

Meski terletak di pinggir jalan raya besar, Mang Engking Batu tidaklah bising. Bahkan saat masuk kawasan restoran, pengunjung akan merasa seperti berada di kawasan lain, yakni alam pedesaan Sunda. 

"Konsep Mang Engking Batu ini mengusung nuansa khas alam Sunda. Pengunjung yang datang akan kami ajak menikmati suasana di pedesaan Sunda ini seperti apa. Mereka akan dimanjakan dengan suasana di sini," ungkap Galih Sari Putri Palupi Marketing Mang Engking Batu. 

Konsep pedesaan Sunda yang ditawarkan oleh Mang Engking Batu sengaja dibuat supaya membedakannya dengan rumah makan lain. 

Jika rumah makan pada umumnya mengusung konsep tradisional semi modern, Mang Engking Batu ingin membawa pengunjung merasakan keasrian suasana desa. 

"Untuk menambah suasana asri, kami juga putarkan musik-musik tradisional Sunda. Musik ini akan mengiringi pengunjung sembari menyantap kudapan di Mang Engking Batu. Perpaduan suasana dan musik ini tidak jarang membuat pengunjung ngantuk. Bahkan ada anak-anak yang sambil rebahan dan leyeh-leyeh," ungkap Galih. 

Restoran berkapasitas mencapai 1000 orang ini memiliki 16 gubum gan. Masing-masing gubug ada yang berkapasitas 4 hingga 20 orang. Tak hanya itu, Mang Engking Batu juga memiliki space unik yakni tempat makan berbentuk perahu. 

Ada 7 tempat makan berbentuk perahu permanen yang tersedia. Satu perahunya bisa diisi 4-5 orang. Biasanya, tempat ini menjadi kesukaan keluarga yang membawa anak kecil. 

"Untuk space perahu ini relatif lebih aman. Selain karena perahu permanen juga pinggirannya lebih tinggi. Jadi aman jika membawa anak," katanya. 

Gubugan maupun space perahu ini memang berada di atas kolam ikan yang memanjang dari depan sampai area belakang. Berbagai macam ikan hias tersebar di sana. Ini juga yang menjadi daya tarik Mang Engking Batu. 

"Jadi bisa makan sembari kasih makan ikan. Misal menunggu masakan matang, biasanya tamu sambil beri makan ikan. Makanan ikannya kami juga jual di sini. Ikan-ikan di kolam kami biarkan berkembangbiak secara alami. Jadi sudah seperti habitatnya," papar Galih. 

Selain suasana asri dan menenangkan berbagai kudapan menarik mulai dari Gurami Cenghar hingga Karedok tersedia di Mang Engking Batu. Gurame Cenghar sendiri menjadi salah satu menu signature dan limited di sana. 

berbagai kudapan di Mang Engking Batu, salah satunya Gurame Cenghar bercita rasa asam dan segar
berbagai kudapan di Mang Engking Batu, salah satunya Gurame Cenghar bercita rasa asam dan segar (suryatravel/ luthfi husnika)

Berbeda dengan olahan gurame kebanyakan, Gurame Cenghar diolah dengan cara dibakar langsung tanpa proses penggorengan. Ikan gurame fresh yang selesai dibersihkan dibakar menggunakan bumbu rahasia dan rempah. 

"Setelah matang, ikan gurami disiram menggunakan campuran romat hijau, jeruk nipis, sehingga menimbulkan cita rasa yang segar dan beda dari yang lain. Jika dilihat sekilas seperti sambal dabu-dabu. Tapi bukan," jelas Galih. 

Selain menu primadona Gurame Cenghar, Mang Engking Batu juga menyajikan menu tradisional khas Sunda, yakni Karedok. Berbagai sayuran seperti toge, timun, kacang panjang dan kubis diiris tipis dan disiram saus kacang. 

"Karedok juga menu favorit. Meski disajikan sayuran fresh, rasanya tidak langu. Apalagi bumbu kacang spesialnya membuat rasanya makin lengkap. Menu lain yang jadi favorit juga ada udang bakar madu, gurame cobek, rawon iga dan lain sebagainya. Minumnya kami ada *cendol" untuk yang tradisional dan beberapa minuman lain," urainya.

Karena dibuka saat pandemi, pihak manajemen Mang Engking Batu menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pengunjung diminta scan barcode yang terkoneksi dengan aplikasi Peduli Lindungi.

"Mereka juga dicek suhu dan diminta mencuci tangan atau pakai hand sanitizer. Kami juga sediakan wastafel di setiap space makan dan gubugan," tutup Ahmad Felani selaku Manager Operasional Mang Engking Batu.

 

Luthfi Husnika

Caption

Galih Sari Putri Palupi tengah menikmati

.

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved