Destinasi Wisata Di Mojokerto Tetap Buka Saat Libur Nataru, Tapi Berlakukan Ganjil Genap

Pemkab Kabupaten Mojokerto berencana akan membuka sejumlah destinasi pariwisata saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Tahun 2021.

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/ m romadoni
Wisata Air Terjun (Waterfaal) Dlundung, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. 

Suryatravel - Pemkab Kabupaten Mojokerto berencana akan membuka sejumlah destinasi pariwisata saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Tahun 2021.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo mengatakan berdasarkan Imendagri Nomor 60 tentang pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3, di mana wisata diperbolehkan buka dengan syarat kapasitas pengunjung  maksimal 25 persen, menerapkan ganjil-genap, Prokes dan aplikasi PeduliLindungi.

Disisi lain, pihaknya juga masih menunggu intruksi Surat Edaran (SE) dari Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati terkait kebijakan diizinkan sejumlah tempat wisata saat Nataru.

"Kami masih menunggu SW Bupati dan rapat Satgas Covid-19 terkait operasional pariwisata saat Nataru lantaran keputusan itu diserahkan daerah masing-masing apalagi status Kabupaten Mojokerto masih PPKM level 3," ungkapnya,Rabu  (01/12/2021).

Amat menyebut pihaknya berkoordinasi bersama stakeholder terkait penerapan kendaraan ganjil-genap di jalur menuju wisata tersebut.

Pembatasan kendaraan ganjil-genap diterapkan guna mengantisipasi potensi membludaknya pengunjung dan kerumunan di sejumlah wisata Pacet-Trawas.

"Tetap diberlakukan ganjil-genap di kawasan pariwisata soal teknis dari Dinas Perhubungan (Dishub)," jelasnya.

Adapun wisata di Mojokerto yang tetap buka saat Nataru salah satunya pariwisata Air Terjun (Waterfall) Dlundung, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Koordinator Wisata Air Terjun Dlundung, Safuk menjelaskan rencananya wisata akan tetap buka saat liburan Natal dan pergantian tahun.

"Ya tetap buka rencana saat Nataru, kita juga sudah menyiapkan petugas untuk mengantisipasi jika terjadi kepadatan wisatawan di kawasan wisata Dlundung," terangnya.

Menurut dia, kemungkinan tidak sampai terjadi kepadatan wisatawan saat Nataru 
lantaran diterapkan ganjil-genap menuju lokasi wisata di Trawas.

"Dibawah nanti ada penyekatan kendaraan ganjil-genap jadi minim potensi kepadatan di tempat wisata," ucap Safuk.

Tak kalah pentingnya keamanan pengunjung diutamakan. Petugas telah melakukan mitigasi untuk mengantisipasi potensi terjadinya bencana alam seperti tanah longsor, banjir dan pohon tumbang di wisata air terjun Dlundung.

Hasil mitigasi terutama potensi pohon tumbang yakni pohon-pohon Pinus yang berada di sekitar loket, warung-warung dan area Camping Ground.

"Kalau mitigasi kita selalu melakukan dan kemarin kami mengusulkan ada sekitar delapan pohon jenis Pinus agar ditebang untuk antisipasi pohon tumbang," pungkasnya. (Mohammad Romadoni)

 

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved