Pelaku Wisata Tulungagung Mengeluh Belum Diizinkan Buka, Berharap Pada Penurunan Level 2 PPKM

Pelaku usaha wisata di Tulungagung mengeluh saat ini status masih di Level 2 PPKM, destinasi wisata masih ditutup

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/David Yohanes
Kondisi Pantai Gemah Tulungagung saat PPKM Level 4. 

 
Suryatravel - Pelaku usaha wisata di Tulungagung mengeluh hingga saat ini status Kabupaten Tulungagung masih di Level 2 PPKM, sehingga destinasi wisata masih ditutup.

Kini setelah vaksinasi lansia telah mencapai 52 persen, mereka berharap destinasi wisata segera dibuka.

Wakil Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (STPPC) Kabupaten Tulungagung, Ahmad Mugiono, mengakui dari indikator Tulungagung layak masuk ke Level 2 PPKM. Namun  sampai saat ini belum ada kabar evaluasi dari pemerintah pusat.

“Penurunan level PPKM ini dilakukan saat evaluasi tingkat nasional. Kemungkinan baru dilaksanakan 2 Desember nanti,” terang Mamad, panggilan akrabnya, Rabu (01/12/2021).

Mamad menambahkan, meski nantinya turun ke level 2 destinasi wisata belum tentu akan dibuka. Sebab kebijakan pembukaan destinasi wisata ini mengacu kepada kebijakan pemerintah pusat.

Kecuali wilayah yang ada di Level 1, maka destinasi wisata otomatis langsung boleh buka. “Jadi meski nanti sudah turun ke Level 2, belum tentu destinasi wisata kita boleh buka. Kita menunggu kebijakan dari pemerintah pusat,” ucap Mamad.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Besole, Kecamatan Besuki, Sumaryanto mengaku kebijakan selama ini sangat menekan pelaku usaha wisata. Sebab seluruh destinasi wisata hampir satu tahun lebih tidak bisa buka dan menjual paket wisatanya.

Karena itu pihaknya berharap Tulungagung segera turun ke level dua dan destinasi wisata segera bisa dibuka.

“Kami dulu sempat buka sebentar saat situasi Covid-19 sudah landai. Tapi kemudian tutup lagi saat awal gelombang dua, sampai sekarang belum buka,” tutur Sumaryanto.

Lanjutnya, saat ini kesadaran masyarakat untuk mengakses vaksin Covid-19 sudah tinggi. Karena itu penurunan level PPKM seharusnya diikuti dengan pembukaan destinasi wisata.

Ia mengungkapkan, sebelum pandemi rangkaian Pantai Popoh dan Pantai Sidem jika dirata-rata dikunjungi 1000 wisatawan per hari.

Namun kini hanya sekitar 100 orang per hari. Pokdarwis Desa Besole masih diuntungkan karena pintu masuk Pantai Popoh dan Sidem jadi satu dengan akses ke permukiman warga.

Meskipun destinasi wisata ditutup, namun akses ke lokasi wisata tetap bisa dilewati wisatawan. “Memang tidak ada tiket karena masih ditutup. Tapi jalannya tidak bisa ditutup, karena itu akses warga,” tutur sumaryanto.

Sumaryanto mengaku telah mendengar kabar rencana penerapan kebijakan Level 3 PPKM saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). Seluruh destinasi wisata wajib kembali tutup seperti saat Level 3.

Karena itu pihaknya berharap ada pelonggaran kebijakan, sebelum nantinya ditutup total saat Nataru. “Biarkan masyarakat bernafas, bisa menjalankan usahanya dengan leluasa. Setelah itu kami patuh jika ditutup lagi,” katanya.

Wakil Ketua STPPC Kabupaten Tulungagung, AKBP Handono Subiakto, mengatakan pihaknya masih menunggu kebijakan dari provinsi. Sebab kebijakan pembatasan selama Nataru akan dirapatkan pada 7 Desember 2021 mendatang.

Termasuk kebijakan menyangkut pembatasan di tempat pariwisata. “Yang kita antisipasi adalah kenaikan pasien secara eksponensial. Karena pengalaman sebelumnya, terjadi kenaikan angka pasien Covid-19 setelah ada liburan,” tutur Handono.

Secara teknis nantinya setiap desa akan menghidupkan kembali PPKM Mikro. Setiap pendatang akan menjalani asesmen untuk memastikan kondisi kesehatannya. (David Yohanes)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved